Mappadeceng: Jurnal Multidisiplin https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng <p><strong>Mappadeceng: Jurnal Multidisiplin</strong> merupakan jurnal yang diterbitkan dan dikelola oleh Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Makassar. Jurnal ini bertujuan untuk mendesiminasikan dan membagikan kepada halayak umum artikel otentik dari para dosen, mahasiswa, dan akademisi lainnya. Editor mengapresiasi artikel dengan tema kajian multidisiplin, seperti: Agama, sosial, humaniora, bahasa, teknologi, dan eksak. Mappadeceng terbit tikali dalam setahun (April, Agustus, dan Desember) sejak tahun 2025</p> Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Makassar en-US Mappadeceng: Jurnal Multidisiplin INTERNALISASI BUDAYA LOKAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDN 194 INPPRES SOSSOE KABUPATEN MAROS https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1320 <p><em>Muhammad S, 22062014004. This study seeks to elucidate the process of internalising local cultural values within Islamic Religious Education (PAI) instruction, together with the facilitating and obstructive elements at SDN 194 Inpres Sossoe, Maros Regency. The research utilises a qualitative methodology with a descriptive case study framework. Data were gathered by participant observation, semi-structured interviews with educators and educational personnel, and document analysis. The data analysis adhered to the Miles and Huberman paradigm, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with validity assured through source and technique triangulation, as well as member checking. The findings reveal that the integrated aspects of local culture encompass traditions of mutual cooperation, communal religious rituals, utilisation of the local language, ethical interactions (sipakatau, sipakainge, sipakalebbi), and regional arts and customs. The internalisation process comprises three stages: value transformation (initial comprehension dissemination), value transaction (bilateral engagement through discourse and contemplation), and transinternalization (incorporating values into instinctive student behaviours).</em></p> <p>Muhammad S, 22062014004. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses internalisasi nilai-nilai budaya lokal dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), beserta unsur-unsur yang memfasilitasi dan menghambatnya di SDN 194 Inpres Sossoe, Kabupaten Maros. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan kerangka studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur dengan pendidik dan tenaga pengajar, serta analisis dokumen. Analisis data mengikuti paradigma Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas yang dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik, serta pengecekan anggota. Temuan menunjukkan bahwa aspek-aspek terintegrasi dari budaya lokal meliputi tradisi kerja sama timbal balik, ritual keagamaan komunal, penggunaan bahasa daerah, interaksi etis (sipakatau, sipakainge, sipakalebbi), dan seni serta adat istiadat daerah. Proses internalisasi terdiri dari tiga tahap: transformasi nilai (penyebaran pemahaman awal), transaksi nilai (keterlibatan bilateral melalui wacana dan kontemplasi), dan transinternalisasi (mengintegrasikan nilai-nilai ke dalam perilaku naluriah siswa) dan faktor penghubung dan faktor penghambat.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong></p> <p><em>Internalisasi, budaya lokal, pendidikan agama islam, karakter siswa, kearifan lokal, maros</em></p> Muhammad S Hasmirati Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 1 6 PENINGKATAN KEMAMPUAN PUBLICK SPEAKING PESERTA DIDIK MELALUI METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI KELAS X MA. AN-NASHAR MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1321 <p><em>The purpose of this study is to examine the public speaking skills of 10th-grade students at MA An-Nashar in Makassar, the application of discussion techniques in teaching Akidah Akhlak, and the factors that support and hinder these skills. This study employed a descriptive qualitative methodology, utilizing data collection methods such as observation, interviews, and documentation. The results indicate that students still possess relatively low public speaking skills, characterized by fear, a lack of confidence, and shyness when speaking in public. However, the use of discussion-based methods has a positive impact on students because they become more engaged, more eager to speak up, and able to express their opinions in front of the class even though they are still in the developmental stage. Supporting factors in the implementation of the discussion method include opportunities to speak, an interactive learning atmosphere, teacher support, and group collaboration. Meanwhile, the inhibiting factors are a lack of self-confidence, limited speaking experience, the presence of passive students, and time constraints. Thus, the discussion method can help improve students’ public speaking skills gradually</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara di depan umum peserta didik kelas X di MA An-Nashar di Makassar, mengkaji penerapan metode diskusi dalam proses pembelajaran Akidah Akhlak, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung atau menghambat peningkatan keterampilan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keterampilan berbicara di depan umum para peserta didik masih tergolong rendah, ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri, rasa malu, dan ketakutan saat berbicara di depan umum. Namun, penerapan metode diskusi memberikan dampak positif, di mana peserta didik mulai lebih aktif, berani berbicara, dan mampu menyampaikan pendapat di depan kelas meskipun masih dalam tahap perkembangan. Faktor pendukung dalam penerapan metode diskusi meliputi adanya kesempatan berbicara, suasana pembelajaran yang interaktif, dukungan dari guru, serta kerja sama kelompok. Sedangkan faktor penghambatnya adalah kurangnya rasa percaya diri, minimnya pengalaman berbicara, adanya peserta didik yang pasif, serta keterbatasan waktu. Dengan demikian, metode diskusi dapat membantu meningkatkan kemampuan public speaking peserta didik secara bertahap</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>metode diskusi, public speaking, Akidah Akhlak, peserta didik</em></p> Rajib Alfian Jamaluddin Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 7 14 PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DALAM MENINGKATKAN LITERASI MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS III MIN 2 JENEPONTO https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1322 <p><em>This study aimed to determine the effectiveness of implementing the Problem-Based Learning (PBL) model in improving the reading literacy skills of third-grade students at MIN 2 Jeneponto. The low level of students' reading literacy skills has become a significant issue that requires an instructional strategy capable of promoting active participation, critical thinking, and reading comprehension. This research employed a quantitative approach using a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles. The subjects of the study were 16 third-grade students. Data were collected through reading literacy tests, observations, and documentation. The data were analyzed using descriptive statistical techniques to examine improvements in students’ reading literacy skills across the cycles.</em></p> <p><em>The results revealed that the implementation of the Problem-Based Learning model significantly improved students’ reading literacy skills. This improvement was indicated by an increase in learning mastery from 56.25% in Cycle I to 87.5% in Cycle II. Furthermore, students demonstrated better abilities in understanding reading texts, identifying key information, determining main ideas, and drawing conclusions from the texts. In addition, students became more actively engaged in the learning process through problem-solving activities related to reading materials. Therefore, the Problem-Based Learning model can be considered an effective instructional strategy for enhancing the reading literacy skills of third-grade students at MIN 2 Jeneponto.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp;Problem-Based Learning, Reading Literacy, Reading Comprehension, Elementary School Students, Classroom Action Research.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning/PBL) dalam meningkatkan literasi membaca peserta didik kelas III di MIN 2 Jeneponto. Rendahnya kemampuan literasi membaca peserta didik menjadi salah satu permasalahan yang memerlukan strategi pembelajaran yang mampu mendorong keaktifan, kemampuan berpikir kritis, dan pemahaman bacaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain pretest-posttest. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas III yang berjumlah 16 orang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi membaca, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui perbedaan hasil sebelum dan sesudah penerapan model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Pembelajaran Berbasis Masalah mampu meningkatkan kemampuan literasi membaca peserta didik. Hal ini ditunjukkan oleh adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari tahap pretest ke posttest, serta meningkatnya kemampuan memahami isi bacaan, mengidentifikasi informasi penting, dan menarik kesimpulan dari teks yang dibaca. Selain itu, peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan pemecahan masalah yang berkaitan dengan materi bacaan. Dengan demikian, model Pembelajaran Berbasis Masalah efektif digunakan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan literasi membaca peserta didik kelas III MIN 2 Jeneponto.</p> <p><em><strong>Kata kunci : </strong>Pembelajaran Berbasis Masalah,&nbsp;Problem Based Learning, Literasi membaca, Peserta Didik kelas III, Madrasah ibtidaiyah</em></p> Yasin Muhajirin Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 15 24 PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS IV MIS SITI HARFAN LEUWUTUNG KABUPATEN LEMBATA https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1323 <p><em>This study aims to determine how the application of the experimental method can improve students' science learning achievement in Grade IV of MIS Siti Harfan Leuwutung, Lembata Regency. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings show that the experimental method significantly increased students' motivation, active participation, and conceptual understanding. Most students scored above average (80–100), with 78.8% achieving scores above the minimum competency standard, and a class average of 83.6. Supporting factors include the availability of simple experimental materials, a conducive learning environment, and positive student responses. Obstacles include limited laboratory facilities, time constraints, and the need for more thorough preparation. The study concludes that the experimental method is effective in improving science learning achievement by providing meaningful direct learning experiences and fostering critical thinking skills.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong>Keywords: </strong><em>experiment method, science learning achievement, Islamic elementary school, qualitative study</em>.</p> <p>Rendahnya kesadaran sebagian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran IPA secara aktif menjadi tantangan dalam peningkatan prestasi belajar di sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan metode yang dapat melibatkan peserta didik secara langsung dalam proses belajar melalui pendekatan yang terarah dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA kelas IV MIS Siti Harfan Leuwutung; dan (2) mengetahui manfaat penggunaan metode eksperimen dalam meningkatkan prestasi belajar IPA peserta didik kelas IV MIS Siti Harfan Leuwutung, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen mampu meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep peserta didik. Sebagian besar siswa memperoleh nilai di atas rata-rata (80–100) dengan tingkat ketuntasan 78,8% dan nilai rata-rata kelas 83,6. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan sederhana, suasana belajar kondusif, dan respons positif siswa. Adapun kendalanya meliputi keterbatasan fasilitas laboratorium, keterbatasan waktu, dan perlunya persiapan yang lebih matang. Disimpulkan bahwa metode eksperimen efektif dalam meningkatkan prestasi belajar IPA karena memberikan pengalaman belajar langsung yang bermakna dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>Metode Eksperimen, Prestasi Belajar IPA, Madrasah Ibtidaiyah, Studi Kasus</p> Siti Aminah HR St. Aisyah Abbas Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 25 31 PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF LEARNING TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V MIS NAHDLATUL ULUM KABUPATEN MAROS https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1324 <p><em>The sub-optimal academic performance in primary school mathematics often stems from the persistent stigma that the subject is inherently difficult. This issue is frequently compounded by teacher-centered instruction, which minimizes pedagogical variety, leaving students passive and dismotivated. This study aimed to delineate the implementation of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) model, identify its impact on student motivation and learning outcomes, and measure the extent of academic improvement. Utilizing a Classroom Action Research (CAR) design with a quantitative approach, data were gathered through direct observation, motivation questionnaires, learning outcome tests, and interviews. The collected data were then analyzed using class averages and classical mastery percentages. The findings demonstrated that the STAD cooperative learning model significantly enhanced both student motivation and academic performance. Observational data revealed that learning motivation surged from 55.67% in Cycle I to 87.49% in Cycle II, achieving an "Excellent" rating. This growth was further corroborated by the motivation questionnaires, which escalated from 81.43% to 94.41%. Concurrently, academic achievement showed substantial progress, indicated by a rise in the mean post-test score from 70.55 to 90.45, alongside an increase in classical mastery from 59.09% to 95.45%. Consequently, it can be concluded that the STAD model serves as an effective strategy to optimize learning motivation and mathematics outcomes for fifth-grade students at MIS Nahdlatul Ulum, Maros Regency, by fostering an active, collaborative, and student-centered learning environment</em></p> <p>Rendahnya hasil belajar Matematika pada peserta didik sekolah dasar sering kali dipengaruhi oleh stigma bahwa mata pelajaran tersebut sulit dipahami. Selain itu, penerapan pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered) menyebabkan proses pembelajaran kurang variatif sehingga peserta didik cenderung pasif dan memiliki motivasi belajar yang rendah. Penelitianimplementasi STAD, mengidentifikasi motivasi dan hasil belajar, serta mengukur derajat peningkatan akademisnya.Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar,dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan rerata kelas serta persentase ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Hasil observasi menunjukkan bahwa motivasi belajar meningkat dari 55,67% pada Siklus I menjadi 87,49% pada Siklus II dengan kategori sangat baik. Peningkatan tersebut didukung oleh hasil angket motivasi yang meningkat dari 81,43% menjadi 94,41%. Selain itu, hasil belajar juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata post-test dari 70,55 menjadi 90,45, serta persentase ketuntasan klasikal dari 59,09% menjadi 95,45%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika peserta didik kelas V MIS Nahdlatul Ulum Kabupaten Maros melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.</p> Erna Andi Erni Ratna Dewi Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 32 42 PENGGUNAAN TEKNIK SKIMMING TERHADAP KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD ISLAM RANU HARAPAN MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1325 <p><em>This study examines the effect of the skimming technique on fifth-grade students’ speed-reading skills at SD Islam Ranu Harapan Makassar in Indonesian language class. The research objectives are to: (1) describe the implementation of the skimming technique, (2) explain changes in speed-reading skills, and (3) identify the obstacles encountered. Based on the observations, students’ reading skills were still low because the learning process was monotonous due to the teacher’s less effective and less creative teaching techniques. In addition, students rarely practiced speed reading, so many of them were still not fluent. A descriptive qualitative approach was used through observation, interviews, and documentation to collect primary and secondary data, while data analysis included data reduction, data presentation, and verification. The results indicate that the skimming technique significantly improved students’ reading speed from the slow category to fast-selective through the stages of problem orientation, learning implementation, and evaluation. It also shifted student behavior from passive to active and confident, as seen in eye movement patterns, spontaneous responses, and participation in discussions. However, the process was hindered by students’ tendency to focus too much on details, fear of misinterpreting ideas, lack of concentration, and embarrassment. Based on the findings, the skimming technique is recommended as an alternative for teaching speed reading while considering the obstacles faced by students.</em></p> <p>Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh teknik skimming terhadap keterampilan membaca cepat siswa pada kelas V SD Islam Ranu Harapan Makassar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan penelitian meliputi: (1) mendeskripsikan penerapan teknik skimming, (2) menggambarkan perubahan keterampilan membaca cepat, dan (3) mengidentifikasi hambatan yang dihadapi. Berdasarkan hasil observasi, keterampilan membaca siswa masih rendah karena proses pembelajaran yang berlangsung monoton akibat teknik mengajar guru yang kurang efektif dan kurang kreatif. Selain itu, siswa juga jarang berlatih membaca cepat sehingga banyak di antaranya masih kurang lancar membaca. Pendekatan kualitatif deskriptif diterapkan melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari data primer dan sekunder, serta analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa teknik skimming secara signifikan dapat meningkatkan kecepatan membaca siswa dari kategori lambat menjadi cepat-selektif melalui tahap orientasi masalah, implementasi pembelajaran, dan tahap evaluasi. Ini menggeser pola perilaku dari pasif menjadi aktif dan percaya diri (terlihat dari pola gerakan mata, respons spontan, serta diskusi); tetapi terhambat oleh kecenderungan terpaku pada detail, ketakutan salah menangkap ide, gangguan fokus, dan rasa malu. Berdasarkan hasil penelitian, teknik skimming direkomendasikan sebagai salah satu alternatif dalam pembelajaran membaca cepat dengan memperhatikan hambatan yang dihadapi siswa.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em><strong>Kata Kunci : </strong>Bahasa Indonesia, membaca cepat, teknik skimming</em></p> Meriwatinur Sumarni Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 43 51 EFEKTIVIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX DI MTS MUHAMMADIYAH BAAR NUSA TENGGARA TIMUR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1326 <p><em>This study aims to analyze the effectiveness of using Islamic Religious Education (PAI) learning media on students'&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; learning&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; outcomes&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; in&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Class IX at&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; MTs Muhammadiyah Baar. The background of this research is based on the low engagement and understanding of students in the PAI learning process. The use of effective PAI&nbsp; learning media can improve students'&nbsp; learning outcomes by clarifying material presentation, increasing interest and learning motivation, and helping students understand&nbsp; Islamic&nbsp; religious&nbsp; concepts&nbsp; more easily. However, it is important to pay attention to the selection criteria when choosing which learning media can be applied more quickly and suitably in teaching situations, as well as the ability to combine media harmoniously and appropriately,&nbsp; since&nbsp; each&nbsp; learning&nbsp; medium&nbsp; has&nbsp; its strengths and weaknesses. In presenting Islamic Religious Education materials, various types of learning media can be used, which naturally share similarities by employing varied media in PAI teaching. Three learning media can be applied variably and alternately within a single lesson, while other media can be used in subsequent meetings. The use of learning media by teachers in Islamic Religious Education subjects can be classified into visual media, audio media, and audiovisual media. In addition, the use of PAI learning media also enhances students' motivation, active participation, and deeper conceptual understanding. The sub-problems addressed are: 1) How is the description of PAI learning media usage at MTs Muhammadiyah Baar, East Nusa Tenggara? 2) What are the learning outcomes of Class IX students in PAI at MTs Muhammadiyah Baar, East Nusa Tenggara? 3) How effective is the use of PAI learning media in improving the learning outcomes of Class IX students at MTs Muhammadiyah Baar? Based on these findings, it can be concluded that the effectiveness of multimedia-based PAI learning media is proven to enhance students' learning outcomes. Therefore, teachers are recommended to integrate various innovative learning media in the teaching process to create a more engaging, interactive, and meaningful learning atmosphere.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><strong><em>Keywords:</em></strong> <em>Effectiveness, Use of Learning Media</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap hasil belajar siswa. Kelas IX Di MTs Muhammadiyah Baar Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran PAI. Penggunaan media pemeblajaran PAI yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dapat memperjelas penyajian materi, meningkatakan minat dan motivasi belajar, serta membantu siswa dalam memahami konsep-konsep agama islam dengan lebih muda. Namun yang penting untuk diperhatikan dalam media pembelajaran pendidikan agama Islam adalah ketetapan dalam memilih, menentukan mana diantara sekian media pembelajaran itu dapat lebih cepat dan cocok untuk diterapkan dalam situasi pengajaran serta kemampuan untuk mengkombinasikan media-media yang telah diterapkan secara harmonis dan serasi, sebab masing masing media pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan. Menyajikan bahan pembelajaran pendidikan agama Islam, maka dapat digunakan berbagai macam media pembelajaran yang tentu ada persamaan persamaannya dengan menggunakan media yang bervariasi dalam pengajaran pendidikan agama Islam tersebut, 3 tiga} media pembelajaran diterapkan secara bervariasi dan berselingan di dalam suatu pelajaran. Sedang media lainnya boleh pada pertemuan berikutnya. Pada penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat diklasifikasikan diantaranya media Visual, media Audio, media Audiovisual. Selain itu, penggunaan media pembelajaran PAI juga meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam.Adapun beberapa sub masalah yaitu: 1) Bagaimana Gambaran Penggunaan Media Pembelajaran PAI di MTs Muhammadiyah Baar Nusa Tenggara Timur? 2) Bagaimana Hasil Belajar siswa kelas IX dalam PAI di MTs Muhammadiyah Baar Nusa Tenggara Timur ? 3) Bagaimana Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran PAI Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa kelas IX di MTs Muhammadiyah Baar? Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Efektivitas penggunaan media pembelajaran PAI berbasis multimedia efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan berbagai media pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.</p> <p><em>Kata Kunci :Efektivitas,Penggunaan Media Pembelajaran</em></p> Mutiara Manjal Sudirman Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 52 60 PENERAPAM METODE CERAMAH INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN PAI PADA MATERI MASA BALIGH DI KELAS IV SDIT PLUS QURTHUBA KOTA MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1327 <p><em>This study aims to determine the utilization of the interactive lecture techniqe in Islamic Religious Education (IS) education on puberty for fourth-grade students at SDIT Plus Qurthuba, Makassar City, as well as the students' responses and challenges during their studies. This study employed a qualitative, descriptive methodology. The subjects included one Islamic Religious Education (IS) instructor and ten fourth students. Between December 2025 and January 2026, the study was conducted at SDIT Plus Qurthuba in Makassar City. Among the techniques utilized to collect data were observation, interviews, and the utilization of primary and secondary data sources in documentation. Data reduction, presentation, and conclusion drafting were all done using the Miles and Huberman methodology. The veracity of the data was evaluated using source triangulation. The results demonstrate the effectiveness of the interactive lecture technique, which encouraged student participation by presenting the material along with questions and responses. The majority of students responded well, as seen by their desire and willingness to ask questions, even though some remained shy due to the sensitive nature of the issue. Students' inability to concentrate, an undesirable classroom atmosphere, the use of poorly understood language, and a lack of learning time are some of the difficulties</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan teknik ceramah interaktif dalam pendidikan Agama Islam (IPK) tentang pubertas bagi siswa kelas empat di SDIT Plus Qurthuba, Kota Makassar, serta respons dan tantangan siswa selama pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi satu instruktur IPK dan sepuluh siswa kelas empat. Penelitian ini dilakukan di SDIT Plus Qurthuba, Kota Makassar, antara Desember 2025 dan Januari 2026. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi sumber data primer dan sekunder. Reduksi data, penyajian, dan penyusunan kesimpulan dilakukan menggunakan metodologi Miles dan Huberman. Keakuratan data dievaluasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas teknik ceramah interaktif, yang mendorong partisipasi siswa dengan menyajikan materi beserta pertanyaan dan tanggapan. Mayoritas siswa memberikan respons yang baik, terlihat dari keinginan dan kesediaan mereka untuk bertanya, meskipun sebagian tetap malu karena sensitifnya isu tersebut. Ketidakmampuan siswa untuk berkonsentrasi, suasana kelas yang tidak menyenangkan, penggunaan bahasa yang kurang dipahami, dan kurangnya waktu belajar adalah beberapa kesulitan yang dihadapi.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Penerapan&nbsp;metode ceramah, Pembelajaran PAI, Materi masa baligh</em></p> Nurul Fahiqah Asy Syahira Fathul Muin Zainuddin Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 61 68 NUSYŪZ DALAM AL-QUR’AN Studi Tafsir Al-Munir Karya Prof. Dr. Wahbah Al-Zuhaili https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1328 <p><em>Marriage is defined as a physical and psychological union between two individuals of different genders, aimed at building a household, achieving peace, and developing human potential. One potential disruption to this harmony is nusyūz, or disobedience. This study investigates the concept of nusyūz as interpreted by Prof. Dr. Wahbah al-Zuḥailī in Tafsir al-Munīr, focusing on QS. an-Nisāʾ verses 34 and 128. Using a qualitative methodology, the research finds that verse 34 establishes the husband's leadership as a religious trust requiring fair provision of support, protection, and guidance, while the wife's nusyūz is defined as proven defiance of legitimate sharīʿah duties. Verse 128, on the other hand, addresses the husband's nusyūz in the form of neglect or injustice, for which the solution is reconciliation (iṣlāḥ) through consultation and mutual concession to maintain household harmony.</em></p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Nusyūz, Al-Quran, Tafsir Al-Munir</p> <p>Pernikahan adalah keterikatan fisik serta psikis antara dua insan berlainan jenis. Tujuannya membangun rumah tangga, meraih ketenteraman, dan mengembangkan potensi manusia. Salah satu masalah yang dapat timbul adalah nusyūz, yaitu pembangkangan atau ketidakpatuhan. Tujuan penelitian ini berfokus pada penggalian dan analisis gagasan Prof. Dr. Wahbah al-Zuḥailī tentang nusyūz dalam Al-Qur'an, tepatnya pada surat al-Nisāʾ ayat 34 dan ayat 128. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif berlandaskan perspektif tafsir Al-Munīr. Hasil penelitian adalah menurut penafsiran Prof. Dr. Wahbah al-Zuḥailī dalam Tafsir al-Munīr, QS. An-Nisāʾ ayat 34 menegaskan kepemimpinan suami sebagai amanah syariat yang menuntut tanggung jawab nafkah, perlindungan, dan bimbingan keluarga dengan adil, sementara nusyūz istri dipahami sebagai pembangkangan terhadap kewajiban syar‘i yang sah dan harus dibuktikan. QS. An-Nisāʾ ayat 128 menyoroti nusyūz suami berupa pengabaian atau ketidakadilan, dengan solusi iṣlāḥ melalui musyawarah dan kompromi demi menjaga keharmonisan rumah tangga.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> Nusyūz, Al-Quran, Tafsir Al-Munir</p> S Muh Ma’mur Assagaf Muammar Mukhtar Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 69 79 ANALISIS PENGARUH TEKNOLOGI TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SISWA KELAS 9 SMP IT YAA BUNAYYA FATHUL KHAIR KEL. PANAIKANG KOTA MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1329 <p><em>This study aims to: (1) identify the technologies utilized by teachers in the teaching and learning process of Islamic Religious Education (PAI) for Grade 9 students at SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair, Panaikang Subdistrict, Makassar City; (2) describe the implementation of Islamic Religious Education learning in Grade 9 at the same school; and (3) analyze the influence of technology on the learning of Islamic Religious Education among Grade 9 students at SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair, Panaikang Subdistrict, Makassar City. This study was motivated by the limited use of technology in Islamic Religious Education, where the learning process still tends to employ conventional teaching methods. The rapid advancement of technology should be accompanied by its effective integration into educational practices to support a more effective and engaging learning process and to enhance students' participation in understanding Islamic Religious Education materials. This research employed a qualitative approach using a descriptive-analytical method. The primary data were obtained from the school principal, the Islamic Religious Education teacher, and Grade 9 students of SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair, Panaikang Subdistrict, Makassar City. The secondary data included the school's geographical profile, vision and mission, information on teachers and students, as well as the school's facilities and infrastructure. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The collected data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity and ensured through triangulation. The findings reveal that SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair utilizes various technologies, including laptops, LCD projectors, and the internet, in the teaching of Islamic Religious Education. Learning materials are presented through PowerPoint presentations and instructional videos. The integration of these technologies has had a positive impact on the learning process, as reflected in increased student interest in learning, improved ease of material delivery, and enhanced learning effectiveness.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp;Technology, Islamic Religious Education (PAI), Learning Process, Grade 9 Students.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui teknologi yang digunakan oleh guru dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas 9 SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Kelurahan Panaikang Kota Makassar, (2) Bagaimana Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas 9 SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Kelurahan Panaikang Kota Makassar, (3) pengaruh teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Kelas 9 SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Kelurahan Panaikang Kota Makassar. Penelitian ini dilatar belakangi oleh masih terbatasnya penggunaan teknologi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang cenderung masih konvensional. Perkembangan teknologi yang semakin pesat harus dibarengi dengan pemanfaatan yang diharapkan mampu mendukung proses belajar yang lebih efektif, menarik, serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam memahami materi keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data primer terdiri dari Kepala Sekolah, Guru PAI, Siswa kelas 9 SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Kelurahan Panaikang Kota Makassar. Sumber data sekunder diambil dari keadaan geografis sekolah, visi misi sekolah, keadaan guru dan siswa, serta sarana dan prasarana sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan uji keabsahan dengan cara triagulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Kel. Panaikang Kota Makassar menggunakan teknologi seperti Laptop, LCD Proyektor, Internet pada pembelajaran pendidikan Agama Islam (PAI), kemudian penyajian materi PAI menggunakan media Power Point dan Video Pembelajaran yang membawa pengaruh positif terhadap proses pembelajaran ditandai dengan meningkatnya minat belajar siswa, mempermudah penyampaian materi, dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Teknologi, Pembelajaran PAI, Siswa Kelas 9..</em></p> Moh. Rizal. N Hendra Idris Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 80 89 KONTRIBUSI GURU AL QUR’AN DALAM MENGEMBANGKAN MINAT BELAJAR MURID DI KELAS 7 SMP IT QURRATU A’YUN AL-ISLAMI MAROS https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1330 <p><em>This study aims to determine the contribution of Quran teachers in developing interest in learning the Quran among seventh-grade students at SMP IT Qurratu A'yun Al-Islami Maros, to determine the forms of students' interest in learning the Quran, and to identify the supporting and inhibiting factors in developing this interest. This study used a qualitative descriptive approach with data collection techniques through observation, interviews, and documentation. The research informants consisted of Quran teachers, the principal, and seventh-grade students at SMP IT Qurratu A'yun Al-Islami Maros. The results indicate that Quran teachers make a significant contribution to increasing students' interest in learning through their roles as educators, mentors, instructors, and role models. Teachers use a variety of learning methods such as lectures, discussions, quizzes, talaqqi (religious practice), a partner system, and a personal approach to students. Students' interest in learning is evident in their enthusiasm for participating in lessons, active involvement in reading and memorizing the Quran, and enthusiasm for participating in religious activities at school. Supporting factors in developing interest in learning include an Islamic school environment, teacher and parental support, and adequate learning facilities. Inhibiting factors include differences in students' Quran reading abilities, lack of motivation among some students, and the influence of their social environment. This study concludes that the contribution of Quran teachers is very influential in fostering and developing students' interest in learning the Quran.</em></p> <p><em>&nbsp;</em><em>Keywords: Quran Teacher Methods, Learning Interest, Islamic Education</em></p> <p>Penelitianl ini bertujuanl untuk mengetahuil kontribusi perananl guru lal-Qur’anl dalam mengembangkanl minat belajarl lal-Qur’anl murid kelasl VII SMPl IT lQurratu lA’yunl lAl-Islamil lMaros, mengetahuil bentuk minatl belajar murid terhadap pembelajaran al-Qur’an, serta mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan minat belajar tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru al-Qur’an, kepala sekolah, dan peserta didik kelas VII SMP IT Qurratu A’yun Al-Islami Maros. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru al-Qur’an memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik melalui peran sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, dan teladan. Guru menggunakan metode pembelajaran yang variatif seperti ceramah, diskusi, kuis, talaqqi, sistem partner, serta pendekatan personal kepada siswa. Minat belajar siswa terlihat dari antusiasme dalam mengikuti pelajaran, keterlibatan aktif dalam membaca dan menghafal al-Qur’an, serta semangat mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah. Faktor pendukung dalam pengembangan minat belajar meliputi lingkungan sekolah yang Islami, dukungan guru dan orang tua, serta fasilitas pembelajaran yang memadai. Adapun faktor penghambatnya antara lain perbedaan kemampuan membaca al-Qur’an siswa, kurangnya motivasi sebagian siswa, dan pengaruh lingkungan pergaulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kontribusi guru al-Qur’an sangat berpengaruh dalam menumbuhkan dan mengembangkan minat belajar al-Qur’an peserta didik.</p> <p><strong>&nbsp;</strong><em><strong>Kata Kunci: </strong>Guru al-Qur’an, Minat Belajar, Pendidikan Islam</em></p> Muh Muliansyah Azis Muhammad Irsyad Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 90 97 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS DISKUSI KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS VIII MTS NURUL RAHMAT BONTOLANRA https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1331 <p><em>This&nbsp; study explores the implementation&nbsp; of a group discussion-based learning model to enhance students’critical thiingking skills. The study’s background centers on the potential of group discussions to improve critical thinking during the learning process.The objectives are: (1) to describe the implementation of the group discussion methodin Aqidah Akhlak instruction; (2) to identify supporting and inhibiting factors affecting the improvement of critical thinking skills of eight-grade students at MTS Nurul Rahmat Bontolanra; and (3) to assess the impact of using the group discussion method on students’ critical thinking abilities. The study design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing</em></p> <p>Penelitian ini mengeksplorasi implementasi model pembelajaran berbasis diskusi kelompok untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa. Latar belakang penelitian berpusat pada potensi diskusi kelompok dalam memperbaiki keterampilan berfikir kritis siswa selama proses pembelajaran. Tujuan penelitian adalah: (1) mendeskripsikan pelaksanaan metode diskusi kelompok dalam pembelajaran Aqidah Akhlak; (2) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat peningkatan kemampuan berfikir kritis siswa kelas VIII MTS Nurul Rahmat Bontolanra; (3) menilai dampak penggunaan metode diskusi kelompok terhadap kemampuan berfikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.</p> <p><em><strong>Kata Kunci : </strong>Diskusi kelompok, faktor yang mempengaruhi peningkatan dan penghambat, dampak metode</em></p> Abu Bakar Haras Rasyid Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 98 106 EFEKTIVITAS LATIHAN DASAR KEPEMIMPINAN DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER KEPEMIMPINAN MAHASISWA PAI UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR (STUDI ANGKATAN 2022-2024) https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1332 <p><em>This study investigates the effectiveness of the Basic Leadership Training Program (Latihan Dasar Kepemimpinan/LDK) in cultivating leadership character among Islamic Religious Education (PAI) students of the 2022–2024 cohort at the Faculty of Islamic Studies, Universitas Islam Makassar. The central impetus of this research lies in the observable gap between Islamic leadership values as theoretically transmitted in academic settings and the empirical reality of students who continue to demonstrate passive attitudes and a pronounced deficiency in leadership initiative. Employing a descriptive qualitative approach informed by a sociological perspective, data were gathered through participatory observation, in-depth interviews, and systematic document analysis. The collected data were subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model, while data credibility was ensured through source and methodological triangulation. The findings reveal that LDK significantly contributes to the enhancement of students' communicative competence, collaborative capacity, sense of responsibility, critical thinking, and decision-making proficiency. The program's effectiveness is underpinned by participatory instructional methods, facilitator expertise, content relevance, and a sustained cadre development system. Notwithstanding these achievements, content modernization, time management optimization, and the reinforcement of pre-LDK mentorship remain imperative areas for improvement. This study underscores the critical importance of designing leadership development programs that systematically and sustainably integrate andragogical approaches with authentic Islamic leadership values within higher education contexts.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Islamic leadership, leadership character, leadership </em><em>training program</em></p> <p>Penelitian ini mengkaji efektivitas Program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dalam membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) angkatan 2022–2024 di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar. Fenomena kesenjangan antara nilai-nilai kepemimpinan Islami yang diajarkan secara teoretis dengan realitas empiris mahasiswa yang masih menunjukkan sikap pasif dan minimnya inisiatif kepemimpinan menjadi landasan urgensi penelitian ini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berperspektif sosiologis dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, sementara keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDK secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, tanggung jawab, berpikir kritis, dan pengambilan keputusan mahasiswa. Efektivitas program ditopang oleh metode pembelajaran partisipatif, kompetensi fasilitator, relevansi materi, serta keberlanjutan sistem kaderisasi. Kendati demikian, pembaruan konten materi, optimalisasi manajemen waktu, dan penguatan pendampingan pra-LDK masih diperlukan. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya merancang program pembinaan kepemimpinan yang mengintegrasikan pendekatan andragogis dengan nilai-nilai kepemimpinan Islami secara sistematis dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong></p> <p><em>Karakter kepemimpinan, Kepemimpinan Islami, Latihan Dasar Kepemimpinan</em></p> Moch Taufik Machmud Suyuti Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 107 116 STRATEGI GURU SEBAGAI ROLE MODEL DALAM MENUMBUHKAN MINAT BELAJAR PADA SISWA YANG MENGALAMI KESULITAN BELAJAR DI SD MUHAMMADIYAH IDI TELLO MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1333 <p><em>This research is motivated by the low learning interest of students &nbsp;experiencing learning difficulties. This study aims to analyze the teacher's strategy as a role model in fostering these students' interest in learning at SD Muhammadiyah Idi Tello Makassar. The method used is descriptive qualitative field research with normative theological, sociological, and psychological approaches. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that teachers implement their role models through discipline, patience, responsibility, and a humanistic approach. Increasing learning interest is driven by varied methods, motivation, and rewards. Students' cognitive and psychological learning difficulties are addressed through remedial programs and individual guidance. The implication indicates that teacher modeling and method variations effectively enhance students' comfort, confidence, and active participation. </em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Learning difficulties, learning interest, role model, teacher strategy</em></p> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa yang mengalami kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru sebagai role model dalam menumbuhkan minat belajar siswa tersebut di SD Muhammadiyah Idi Tello Makassar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif lapangan dengan pendekatan teologis normatif, sosiologis, dan psikologis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengimplementasikan peran role model melalui kedisiplinan, kesabaran, tanggung jawab, dan pendekatan humanis. Peningkatan minat belajar diupayakan lewat metode variatif, motivasi, dan penghargaan. Kesulitan belajar siswa pada aspek kognitif serta psikologis ditangani melalui program remedial dan bimbingan individual. Implikasinya, keteladanan guru dan variasi metode terbukti efektif meningkatkan kenyamanan, kepercayaan diri, serta partisipasi aktif siswa</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong>&nbsp;</p> <p><em>Kesulitan belajar, minat belajar, role model, strategi guru</em></p> Mutalib Mahali Djaenab Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 117 127 ANALISIS EFEKTIVITAS BEDAH BUKU SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1334 <p><em>Amid the demands of 21<sup>st</sup> century learning, critical thinking skills are among the essential competencies that student must possess, however developing these skills remains a challenge in the higher education learning process. Given the situation, this study was designed to examine the extent to which book analysis is effective as a learning strategy for horning students’ critical thinking skills at the Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Makassar. Using a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques, the study involved eleven student respondents and two speakers. The result indicate that book sissection plays a considerable role in advancing students’ critical thinking, evident from their growing capacity to separate opinion from theory-grounded argument, recognize bias, and built well-structured analyses. However, implementation is challenged by low reading culture, limited access to books, and the absence of structured follow-up evaluations. Supporting factors include provocative-persuasive delivery by speakers, the relevance of themes to student realities, the active role of moderators, and open interactive discussions. The study recommends integrating book dissection as a regular component of formal learning to cultivate critical intellectual habits</em></p> <p>Di tengah tuntutan pembelajran abad ke-21, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi esesnsial yang harus dimiliki mahasiswa, namun pengembangannya masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini disusun guna mengkaji seajuh mana penerapan bedah buku efektif sebagai strategi pembelajaran untuk mengasah keterampilan berpikir kritis mahasiswa di Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Makassar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Riset ini menghadirkan sebelas mahasiswa selaku responden bersama dua orang pemateri. Hasil kajian mengungkapkan bahwa penerapan bedah buku turut andil besar dalam mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang tampak dari kesanggupan mereka memisahkan opini dengan argumen yang berdasarkan pada teori, mengenali adanya bias, dan menyusun analisis secara runtut. Meskipun demikian, penerapannya menghadapi tantangan seperti rendahnya budaya membaca, keterbatasan akses terhadap buku, dan tidak adanya evaluasi tindak lanjut yang terstruktur. Faktor pendukung keberhasilan metode ini meliputi penyampaian materi yang provokatif-persuasif, relevansi tema, peran aktif moderator, dan interaksi diskusi yang terbuka. Penelitian ini merekomendasikan integrasi bedah buku sebagai komponen regular dalam pembelajaran formal untuk membangun tradisi intelektual kritis mahasiswa.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Bedah buku, berpikir kritis, metode pembelajaran, dan mahasiswa</em></p> Amil Ahmad Ilham Muhammad Alqadri Burga Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 128 137 PERANAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN KARAKTER DISIPLIN SISWA KELAS IX DI SMP IT YAA BUNAYYA FATHUL KHAIR MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1335 <p><em>This study is oriented to identify the manifestations of student discipline development programs, analyze the contributions of Islamic Education (PAI) teachers in constructing student personality, and map the various supporting and inhibiting determinants encountered during the mentoring process at SMP IT Yaa Bunayya. A qualitative approach with a descriptive design was applied as the methodology in this research. Data were gathered directly from key informants, including the principal, Islamic Education teachers, and student representatives, through field observation, in-depth interviews, and documentation. The data processing phase was conducted through data condensation, data display, and conclusion drawing, while data validity was verified using source, technique, and time triangulation. Field findings confirm three primary aspects: first, the formulation of student discipline character building is implemented continuously through spiritual rhythm habituation, classroom instructional activities, and the visualization of concrete modeling by educators; second, Islamic Education teachers assume strategic multi-roles as educators, mentors, role models, motivators, and evaluators focusing on internalizing orderliness values through habituation, persuasive counseling, and behavioral supervision; third, the effectiveness of this program is supported by the principal's leadership policies, collaborative synergy between schools and parents, the availability of structured religious programs, and representative supporting facilities. Conversely, the obstacles encountered stem from the heterogeneity of students' personalities, weak supervision in the domestic environment, contamination from social circles outside of school, and excessive gadget exploitation. In general, the active contribution of Islamic Education teachers serves as a crucial pillar in shaping students' disciplined character through planned, consistent, and integrated schemes across the entire school ecosystem.</em></p> <p>Penelitian ini diorientasikan untuk mengidentifikasi manifestasi program pembinaan kedisiplinan peserta didik, membedah kontribusi pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengonstruksi kepribadian tersebut, serta memetakan berbagai determinan pendukung dan penghambat yang dihadapi selama proses pembimbingan di SMP IT Yaa Bunayya. Pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif diaplikasikan sebagai metodologi dalam riset ini. Data dihimpun secara langsung dari informan kunci yang meliputi kepala sekolah, guru bidang studi PAI, serta perwakilan siswa melalui teknik observasi lapangan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Proses pengolahan data ditempuh melalui tahapan reduksi data, kategorisasi dan pemaparan data, serta perumusan konklusi, sedangkan keabsahan data diverifikasi menggunakan strategi triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Temuan lapangan mengonfirmasi tiga hal utama: pertama, formulasi pembentukan karakter disiplin siswa diimplementasikan secara berkesinambungan melalui pembiasaan ritme spiritual, aktivitas instruksional di kelas, dan visualisasi keteladanan dari pendidik; kedua, guru PAI mengemban multiperan strategis sebagai edukator, mentor, teladan, dinamisator, serta evaluator yang berfokus pada internalisasi nilai-nilai ketertiban melalui habituasi, konseling persuasif, dan supervisi perilaku; ketiga, efektivitas program ini ditopang oleh kebijakan kepemimpinan kepala sekolah, sinergi kolaboratif antara sekolah dan orang tua, ketersediaan program keagamaan terstruktur, serta fasilitas pendukung yang representatif. Sebaliknya, kendala yang dihadapi bersumber dari heterogenitas kepribadian siswa, lemahnya pengawasan di lingkungan domestik, kontaminasi pergaulan luar sekolah, serta eksploitasi gawai secara eksesif. Secara umum, kontribusi aktif pendidik PAI menjadi pilar krusial dalam membentuk kepribadian disiplin siswa melalui skema pembinaan yang terencana, konsisten, serta terintegrasi dengan seluruh ekosistem sekolah.</p> <p><em>Kata Kunci: Guru Pendidikan Agama Islam, pembinaan karakter, karakter disiplin, peserta didik.</em></p> Dwi Nugraha saputra Hasbi Lambe Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 138 143 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PENGUATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI KUALITATIF DI SMP IT YAA BUNAYYA FATHUL KHAIR MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1336 <p><em>The implementation of the Merdeka Curriculum has shifted the orientation of learning from teacher-centered instruction toward student-centered learning that accommodates learner diversity. One instructional approach promoted within this curriculum is differentiated learning, which enables teachers to adjust learning based on students’ readiness, interests, and learning profiles. Although differentiated learning has become an important topic in educational research, empirical studies focusing on its implementation in Islamic Religious Education remain limited. This study aims to analyze the planning, implementation, supporting factors, inhibiting factors, and educational implications of differentiated learning in Islamic Religious Education. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis involving school leaders, Islamic Religious Education teachers, and students. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that differentiated learning was implemented systematically beginning with diagnostic assessment, followed by curriculum planning through Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and teaching modules adapted to students’ characteristics. Teachers implemented differentiation through content, process, and product while integrating Islamic values into classroom activities. The implementation positively influenced students’ learning engagement, conceptual understanding, collaborative skills, and religious character. School leadership, teacher commitment, and supportive learning environments became key enabling factors, whereas heterogeneous student abilities, limited instructional time, and teachers’ readiness remained major challenges. This study contributes to the development of differentiated learning theory by demonstrating that differentiation in Islamic Religious Education extends beyond academic adaptation toward strengthening students’ religious character. These findings provide practical recommendations for teachers and educational institutions implementing the Merdeka Curriculum.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>differentiated learning; Merdeka Curriculum; Islamic Religious Education; qualitative research; religious character.</em></p> <p>Implementasi Kurikulum Merdeka membawa perubahan paradigma pembelajaran dari berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu pendekatan yang menjadi karakteristik utama kurikulum ini adalah pembelajaran berdiferensiasi yang memberikan kesempatan kepada guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi telah banyak dikaji pada berbagai mata pelajaran, penelitian yang secara khusus mengkaji implementasinya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, implementasi, faktor pendukung, faktor penghambat, serta implikasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi diawali melalui asesmen diagnostik untuk memetakan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Guru kemudian menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, serta modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Diferensiasi diterapkan pada aspek konten, proses, dan produk pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Implementasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi belajar, pemahaman konsep, kemampuan kolaboratif, serta penguatan karakter religius peserta didik. Faktor pendukung implementasi meliputi kepemimpinan sekolah, komitmen guru, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi heterogenitas kemampuan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kesiapan guru dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menjadi strategi penguatan karakter religius peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong>: Pembelajaran Berdiferensiasi; Kurikulum Merdeka; Pendidikan Agama Islam; Karakter Religious</em></p> Muhammad Rusmiaty Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 144 159 IMPLIKASI PENGGUNAAN GADGET TERHADAP AKHLAK SISWA DI SMP IBNU ABBAS KENDARI: PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1337 <p><em>The acceleration of digital technology has deeply integrated gadgets into all dimensions of students' lives. While this innovation facilitates information transmission and supports academic activities, unregulated use risks distorting students' moral development. This study aims to analyze the implications of gadget utilization on students' morals (akhlak) and examine this phenomenon through the lens of Islamic Education. Employing a qualitative approach with a case study design, this research was conducted at SMP Ibnu Abbas Kendari. Primary and secondary data were gathered through observation, in-depth interviews, and documentation involving key informants, including the principal, Islamic Education (PAI) teachers, students, and parents. Data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. Furthermore, data analysis adopted the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, encompassing data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. The research findings indicate that gadgets have become inseparable from students' daily routines for education, communication, and recreation. Proportional utilization yields positive impacts on learning efficiency. Conversely, excessive exploitation without proper supervision triggers a decline in academic discipline, negligence in worship, degradation of social interaction, and deviations from Islamic moral values. From the perspective of Islamic Education, gadgets are inherently neutral; their benefits (maslahah) or harms (mudarat) are determined by the users' self-regulation and the nurturing patterns of their environment. Therefore, synergy between schools and parents through integrated supervision, spiritual habituation, character building, and Islamic-based digital literacy serves as a crucial strategy to maximize technological potential while mitigating its destructive impacts on students' morals</em></p> <p>Akselerasi teknologi digital telah mengintegrasikan gawai (gadget) ke dalam seluruh lini kehidupan peserta didik. Inovasi ini di satu sisi mempermudah transmisi informasi dan menopang aktivitas akademik, namun di sisi lain berisiko mendistorsi proses konstruksi moralitas siswa jika pemanfaatannya tidak teregulasi dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pemanfaatan gawai terhadap akhlak peserta didik sekaligus membedah fenomena tersebut melalui kacamata Pendidikan Islam. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus, riset ini dilaksanakan di SMP Ibnu Abbas Kendari. Data primer dan sekunder dihimpun melalui teknik observasi, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi yang melibatkan informan kunci meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), perwakilan siswa, dan orang tua murid. Validitas data diuji menggunakan strategi triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Selanjutnya, tahapan analisis data mengadopsi model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang mencakup kondensasi data, pemaparan data, serta perumusan dan verifikasi konklusi. Hasil riset membuktikan gawai telah menyatu dalam aktivitas harian siswa untuk edukasi, komunikasi, dan rekreasi. Pemanfaatan yang proporsional berdampak positif pada efisiensi belajar. Sebaliknya, eksploitasi eksesif tanpa supervisi memicu kemerosotan disiplin akademik, kelalaian ibadah, degradasi interaksi sosial, dan penyimpangan akhlak Islami. Dalam kacamata Pendidikan Islam, gawai berstatus netral; kemaslahatan atau kemudaratannya ditentukan oleh regulasi diri pengguna serta pola pembinaan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah dan orang tua melalui pengawasan terpadu, habituasi spiritual, pembentukan karakter, dan literasi digital islami menjadi strategi krusial untuk memaksimalkan potensi teknologi sekaligus mereduksi dampak destruktifnya terhadap akhlak peserta didik.</p> Muhammad Yahya Wijaya Aliyas Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 160 166 EKSPLORASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT BELAJAR SISWA DAN DAMPAKNYA TEHADAP HASIL BELAJAR PAI DI SD NEGERI BONTORAMBA, KOTA MAKASSAR https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1338 <p><em>This study aims to find out what factors affect students' interest in learning and how they impact Islamic Religious Education (PAI) outcomes at SD Negeri Bontoramba, Makassar. Using a descriptive qualitative field method, the researcher collected primary data from the 3rd-grade PAI teacher and students, alongside secondary data from school documents. The data, gathered via observation, interviews, and documentation, was analyzed using Miles and Huberman’s (1992) interactive model (collection, reduction, display, and conclusion). Lastly, the validity of the data was verified based on its credibility.</em> <em>According to the results, students' interest in PAI is influenced by their own natural interest, the teacher's choice of instruction methods, and engaging facilities like books and smart TVs used for educational games. These factors directly shaped learning outcomes in terms of better knowledge, improved attitudes, and enhanced skills. The study also notes that giving rewards, praise, and bonus points for on-time homework served as great support factors. On the other hand, the main obstacles during class were students feeling sleepy, talking to peers, and eating in the classroom.</em></p> <p><em>Keywords: Islamic Religious Education, learning interest, learning outcomes, learning motivation, qualitative research</em></p> <p>Studi lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis faktor penentu minat belajar siswa beserta pengaruhnya terhadap hasil belajar PAI di SD Negeri Bontoramba, Makassar. Informasi utama bersumber dari siswa dan guru PAI kelas 3, sedangkan data sekunder digali melalui teknik dokumentasi. Seluruh data dikumpulkan lewat observasi, wawancara, dan telaah dokumen, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (1992) dari tahap reduksi hingga penyimpulan. Keabsahan hasil penelitian ini dijamin melalui uji kredibilitas data. Hasil studi mengidentifikasi tiga faktor penentu minat siswa terhadap pelajaran PAI, yaitu motivasi internal siswa, kesesuaian metode mengajar, dan dukungan fasilitas modern seperti buku bacaan serta smart TV untuk gim pembelajaran. Dampak minat tersebut terlihat pada hasil belajar siswa yang mencakup ranah kognitif (pengetahuan), afektif (perubahan sikap), dan psikomotorik (keterampilan). Keberhasilan kelas didorong oleh faktor pendukung berupa apresiasi langsung (hadiah, pujian, dan nilai tambahan) atas ketepatan waktu pengumpulan tugas. Namun, proses ini masih menghadapi hambatan berupa kurangnya fokus siswa yang ditandai dengan mengantuk, bercakap-cakap, dan makan di kelas.</p> <p><em><strong>Kata Kunci:</strong>&nbsp;Pendidikan Agama Islam, minat belajar, hasil belajar, motivasi belajar, penelitian kualitatif</em></p> Megawati Nur Rahma Asnawi Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 167 179 ANJURAN MENIKAH DALAM QS. AL-NŪR/24:32 STUDI ANALISIS KOMPARATIF PENAFSIRAN PERSPEKTIF MA’NĀ-CUM- MAGHZĀ SAHIRON SYAMSUDDIN DAN TAFSIR AL-MIṢBĀḤ QURAIS SHIHAB https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/mappadeceng/article/view/1339 <p><em>Marriage in Islam is a sacred institution facing multidimensional challenges in the contemporary era, such as delayed marriage and economic pressures. QS. Al-Nūr/24:32 presents a normative response, but its understanding in society is often reduced to an individual burden without addressing structural root causes. This study aims to compare the interpretation of this verse through two analytical frameworks: Sahiron Syamsuddin's Ma‘nā-cum-Maghzā Hermeneutics and Quraish Shihab's Tafsir Al-Miṣbāḥ. Using a qualitative method with a library research approach and descriptive-comparative (muqaran) method, this study finds that Sahiron Syamsuddin separates the historical meaning (ma'nā) linked to slave emancipation and Madinan social solidarity from the universal message (maghzā) in the form of social justice, destigmatization of poverty, and the collective responsibility of the state. Conversely, Quraish Shihab, with an adabī ijtima'ī approach, emphasizes the communal responsibility of guardians and society, and interprets God's promise of sustenance as a theological-psychospiritual guarantee requiring effort. The fundamental difference lies in the hermeneutical orientation: Sahiron is productive-critical, implying public policy advocacy, while Quraish Shihab is reproductive-adaptive, focusing on strengthening family institutions and spirituality.</em></p> <p>Pernikahan dalam Islam merupakan institusi sakral yang menghadapi tantangan multidimensi di era kontemporer, seperti fenomena penundaan usia pernikahan <em>delayed marriage</em> dan tekanan ekonomi. QS. Al-Nūr/24:32 hadir sebagai respons normatif, namun pemahamannya di masyarakat sering kali tereduksi menjadi beban individual tanpa menyentuh akar masalah struktural. Penelitian ini bertujuan untuk mengomparasikan penafsiran ayat tersebut melalui dua pisau analisis: Hermeneutika <em>Ma‘nā-cum-Maghzā</em> Sahiron Syamsuddin dan Tafsir <em>Al-Miṣbāḥ</em> Quraish Shihab. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dan metode deskriptif-komparatif (<em>muqaran</em>), penelitian ini menemukan bahwa Sahiron Syamsuddin memisahkan makna historis (<em>ma'nā</em>) yang lekat dengan emansipasi budak dan solidaritas sosial Madinah, dari pesan universal (<em>maghzā</em>) berupa keadilan sosial, penghapusan stigma kemiskinan, dan tanggung jawab kolektif negara. Sebaliknya, Quraish Shihab dengan corak <em>adabī ijtima'ī</em> menekankan tanggung jawab komunal para wali dan masyarakat, serta memaknai janji rezeki Allah sebagai jaminan teologis-psikospiritual yang menuntut ikhtiar. Perbedaan mendasar terletak pada orientasi hermeneutik: Sahiron bersifat produktif-kritis yang berimplikasi pada advokasi kebijakan publik, sedangkan Quraish Shihab bersifat reproduktif-adaptif yang berfokus pada penguatan institusi keluarga dan spiritualitas.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Anjuran Menikah; Komparatif; Ma‘nā-cum-Maghzā; Tafsir Al-Miṣbāḥ; Sahiron Syamsuddin; Quraish Shihab</em></p> Heri Kiswanto Maskur Yusuf Copyright (c) 2026 2026-07-06 2026-07-06 2 3 180 191