IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI BERAGAMA DI SD MUHAMMADIYAH IDI TELLO BARU MAKASSAR
Abstract
This study aims to analyze the implementation of religious tolerance character education at SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the forms of tolerance character education are implemented through respecting differences, building friendships regardless of religious background, helping one another, collaborating in the learning process, and celebrating religious holidays inclusively without coercion. The implementation of tolerance character education is carried out harmoniously, as reflected in students’ daily interactions, collaborative learning activities in the classroom, participation in extracurricular activities, and mutual support in religious activities, which are strengthened by teachers’ role modeling. The inhibiting factors of tolerance character education include a less inclusive school environment, a lack of teacher role models, a weak culture of tolerance, as well as bullying and discrimination. In addition, obstacles in the learning process include the lack of integration of tolerance values into the curriculum, cognitively oriented learning approaches, less participatory learning methods, and limited character evaluation
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter toleransi beragama di SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. bentuk pendidikan karakter toleransi diterapkan melalui: a) sikap menghargai perbedaan yang ditanamkan melalui peran sekolah dan keluarga secara Bersama dengan pembiasaan, kedisiplinan, persahabatan dan saling menghormati tanpa membedakan agama. b) perayaan hari besar keagamaan merupakan tradisi setiap agama dalam memperingati ajaran tertentu. Dalam konteks Pendidikan karakter, perayaan ini tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk relasi sosial antarumat beragama. 2. Implementasi Pendidikan karakter toleransi di lingkungan sekolah: a) pergaulan siswa sehari hari, menjalin hubungan harmonis. b) kerja sama siswa dalam belajar. c) keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu pramuka, olahraga, seni tanpa diskriminasi. d) sikap saat kegiatan keagamaan, saling menghargai, saling mendukung, tidak mengganggu atau mengejek, setiap agama mengajarkan kebaikan dan toleransi. e) peran sekolah, guru sebagai contoh tauladan, adil, memberi nasihat, melakukan kegiatan dan mendukung sikap yang inklusif dan toleransi.
Kata Kunci: Implementasi, Pendidikan karakter, toleransi beragama.




