IMPLEMENTASI METODE KISAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT AL-KAUTSAR MAKASSAR
Abstract
The purpose of this study is to describe the implementation of the storytelling method in Islamic Studies (PAI) and to analyze its supporting and inhibiting factors at SDIT Al-Kautsar in Makassar. This study employs a qualitative approach using a case study model. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using the criteria of reliability, transferability, dependability, and certainty. The results of the study indicate that: 1) The implementation of the storytelling method is carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, teachers prepared teaching modules or lesson plans, selected stories appropriate to the subject matter and student characteristics, and prepared delivery media and techniques such as intonation, expression, and classroom management. In the implementation stage, teachers conveyed the stories communicatively through apersepsi, question-and-answer sessions, storytelling, role-playing, and retelling. Meanwhile, the evaluation stage is conducted through oral assessments, written tests, role-playing, and simple worksheets. 2) The implementation of the storytelling method is supported by the teacher’s storytelling ability, the use of learning media, the selection of appropriate stories, active student engagement, and a conducive learning environment. The obstacles encountered include time constraints, an unconducive classroom environment, limited teacher skills, limited media resources, and a lack of focus among some students. Overall, the storytelling method has a positive impact on students’ learning motivation, attention, memory, understanding of the material, and the instillation of moral values.
Keywords: The Storytelling Method, Islamic Religious Education, Elementary School.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode kisah pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di SDIT Al-Kautsar Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui kriteria kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi metode kisah dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, guru menyiapkan modul ajar atau RPP, memilih cerita yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, serta menyiapkan media dan teknik penyampaian seperti intonasi, ekspresi, dan pengelolaan kelas. Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan kisah secara komunikatif melalui apersepsi, tanya jawab, storytelling, bermain peran, dan retelling. Sementara itu, tahap evaluasi dilakukan melalui evaluasi lisan, tes tertulis, bermain peran, dan lembar kerja sederhana. 2) Implementasi metode kisah didukung oleh kemampuan guru bercerita, penggunaan media pembelajaran, pemilihan cerita yang tepat, keterlibatan aktif siswa, dan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, kondisi kelas yang kurang kondusif, keterampilan guru yang masih terbatas, keterbatasan media, dan rendahnya fokus sebagian siswa. Secara keseluruhan, metode kisah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, perhatian, daya ingat, pemahaman materi, dan penanaman nilai moral peserta didik.
Kata kunci: metode kisah, pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Sekolah Dasar.




