STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMINIMALISASI PELANGGARAN PESERTA DIDIK DI UPT SMKN 4 KABUPATEN PANGKEP
Abstract
Tesis ini membahas tentang Strategi Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Meminimalisasi Pelanggaran Peserta Didik Di Upt Smkn 4 Kabupaten Pangkep Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Menggambarkan realitas Pelanggaran peserta didik di SMKN 4 Pangkep, 2) Mendeskripsikan Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam meminimalisasi pelanggaran peserta didik, dan 3) Mengetahui faktor pendukung dan penghambat serta solusi guru Pendidikan Agama Islam dalam meminimalisasi pelanggaran peserta didik di SMKN 4 Pangkep. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di UPT SMKN 4 Kabupaten Pangkep, dengan pendekatan teologis, pedagogis, dan psikologis. Data bersumber dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, guru Pendidikan Agama Islam, Guru PKN dan peserta didik. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran realitas pelanggaran peserta didik SMKN 4 Pangkep adalah kategori ringan; kelengkapan seragam tidak sesuai aturan disiplin sekolah, berambut panjang bagi Laki-Laki, berhias berlebihan bagi Perempuan, terlambat masuk sekolah, membolos (pulang lebih awal), dan berada di kantin pada waktu jam pelajaran. Kategori sedang; merokok di lingkungan Sekolah, tutur bahasa yang kurang sopan dan membawa HP serta aksesoris. Kategori berat yaitu; berkelahi, memalak, dan berjudi. Strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi Pelanggarang adalah: Pertama, dengan tindakan preventif (pencegahan), dengan cara mewajibkan peserta didik melaksanakan salat duhur dan tadarrus, melaksanakan zikir dan kultum, pengajian rutin, mengadakan peringatan hari-hari besar Islam, melakukan pendekatan untuk mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik, dan menjalin kerjasama dengan orang tua peserta didik. Kedua, tindakan represif, dengan cara, bimbingan dan nasehat, menegakkan disiplin sekolah, penerapan sanksi dan pemanggilan orang tua. Ketiga, tindakan kuratif, dengan cara, skorsing dan pengembalian peserta didik kepada orang tua. Adapun faktor pendukung dan penghambat serta solusi, yang pertama, faktor pendukung yaitu adanya dukungan dari kepala sekolah, kualifikasi akademik guru Pendidikan Agama Islam, kerjasama guru Pendidikan Agama Islam dengan para guru bidang studi umum, dan adanya fasilitas sarana prasarana di sekolah. Kedua, faktor penghambat yaitu kurangnya pembinaan orang tua dan pengaruh perkembangan IPTEK serta yang ketiga adalah solusi faktor penghambat guru Pendidikan Agama Islam dalam menanggulangi Pelanggaran yaitu kerjasama orang tua peserta didik dengan guru di sekolah dan pembinaan peserta didik terhadap penggunaan sarana informasi.
Kata kunci: starategi, meminimalisasi, peserta didik, guru




