Penerapan Media Pembelajaran Puzzle Dalam Meningkatkan Hafalan Al-Qur’an Juz 30 Santri Tpa Ar-Rahmah Perumahan Royal Sentraland Maros
Abstract
Abstract:
Nowadays, the activities of Muslims to memorize the verses of the Qur'an, either in whole or in part, are increasing, at TPA Ar-Rahmah, Royal Sentraland Maros is a place for fostering learning and memorizing the Qur'an, where the memorization process used is still not optimal because it tends to be monotonous so that students are easily bored, lack focus and their memorization is difficult to improve to apply memorizing the Qur'an Juz 30 better, this study examines the use of Puzzle-based teaching materials. Using a qualitative descriptive methodology, this study collected data through documentation, interviews, and observations. Twenty-three children aged seven to twelve years were involved. During the learning process, students were given Puzzle pieces containing verses of the Qur'an, which they had to memorize and arrange in the correct order. The results showed that students' interest, concentration, and involvement in the memorization process increased significantly through Puzzle media. In addition, Puzzle media encourages cooperative learning, reduces boredom, and creates an interesting and dynamic learning environment. The Puzzle approach has been shown to increase accuracy, motivation, and confidence in memorization, although it requires more time and is less effective for long or complex surahs. Therefore, Puzzle-based media should be combined with other learning methods to increase learning effectiveness and cover a wider range of material.
Keywords: Puzzle media, Qur’an memorization, Islamic education, learning methods, TPA
Abstrak:
Pada zaman sekarang kegiatan kaum muslimin untuk menghafalkan ayat-ayat Al-Qur’an, baik itu secara keseluruhan ataupun sebagian semakin meningkat, di TPA Ar-Rahmah, Royal Sentraland Maros merupakan tempat pembinaan belajar dan menghafal Al-Quran, yang dimana proses penghafalan yang digunakan masih belum maksimal karena cenderung menoton sehingga santri mudah bosan kurang fokus dan hafalannya sulit meningkat untuk menerapkan menghafal Al-Qur'an Juz 30 dengan lebih baik, penelitian ini mengkaji penggunaan bahan ajar berbasis teka-teki. Dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, penelitian ini mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Dua puluh tiga anak usia tujuh hingga dua belas tahun dilibatkan. Selama proses pembelajaran, siswa diberikan potongan-potongan teka-teki yang berisi ayat-ayat Al-Qur'an, yang harus mereka hafalkan dan susun dalam urutan yang benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat, konsentrasi, dan keterlibatan siswa dalam proses menghafal meningkat secara signifikan melalui media teka-teki. Selain itu, media teka-teki mendorong pembelajaran kooperatif, mengurangi kebosanan, dan menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan dinamis. Pendekatan teka-teki telah terbukti meningkatkan akurasi, motivasi, dan kepercayaan diri dalam menghafal, meskipun membutuhkan lebih banyak waktu dan kurang efektif untuk surah yang panjang atau rumit. Oleh karena itu, media berbasis teka-teki perlu dilakukan kombinasi dengan metode pembelajaran lain untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mencakup materi yang lebih luas.
Kata Kunci: Media Puzzle, hafalan Al-Qur’an, pendidikan Islam, metode pembelajaran, TPA




