https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/issue/feed NineStars Education 2026-06-24T07:10:33+07:00 Prof. Dr. Anzar Abdullah, M.Pd. jurnal.fai.uim@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>NineStars Education: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Keguruan</strong> (<strong>ISSN <a href="http://u.lipi.go.id/1583672051" target="_blank" rel="noopener">2721-5512</a></strong>) is a peer-reviewed journal managed and published by Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Makassar. The NineStars Education discusses issues on education and learning in all aspects, including educational policies, educational philosophy, educational administration, educational management, educational institutions, curricula, development of learning models and methods, learning media, and learning evaluation. The journal was published for the first time in 2020 with a frequency of publication twice a year (April and October).</p> https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1245 EKSPLORASI PENGALAMAN PENDIDIK DALAM MENGINTEGRASIKAN SMARTBOARD DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 16 MAKASSAR 2026-06-19T15:11:35+07:00 Muh. Algazali muammarmuh@gmail.com Djaenab djaenabiku56@gmail.com St. Aisyah Abbas armiuti78@gmail.com <p>This study was conducted amid rapid developments in digital technology, which have brought about significant changes in the world of education, including in the subject of Islamic Religious Education (IRE). One innovation currently being implemented in schools is the use of digital whiteboards (smartboards) as a highly engaging learning tool. The focus of this study is (1) to explore teachers’ experiences in integrating smartboards into IRE instruction and (2) to identify the benefits and limitations of using this technology in teaching and learning activities. The chosen method is a qualitative approach through field research. Data collection was conducted through interviews, direct observation, and a literature review. The primary informants in this study were teachers, specifically IRE teachers at SMPN 16 Makassar. The main findings of this study indicate that IRE is often viewed as a subject that relies on traditional teaching methods, which are considered less engaging. Therefore, smartboards are used to make the learning process more dynamic and interactive. However, the effectiveness of using digital whiteboards in learning depends heavily on the teachers’ academic knowledge. Furthermore, not all IRE learning materials can be presented optimally using digital whiteboards, so teachers must act carefully and wisely in selecting relevant learning materials</p> <p>Studi ini dilakukan di tengah perkembangan teknologi digital yang cepat, yang telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, termasuk dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu inovasi yang saat ini diterapkan di sekolah-sekolah adalah penggunaan papan putih digital (smartboard) sebagai alat pembelajaran yang sangat menarik. Fokus dari penelitian ini adalah (1) untuk mengeksplorasi pengalaman pendidik dalam mengintegrasikan smartboard ke dalam pengajaran PAI dan (2) untuk mengidentifikasi keuntungan dan batasan penggunaan teknologi ini dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran. Metode yang dipilih adalah pendekatan kualitatif melalui penelitian lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi langsung, dan tinjauan pustaka. Informan utama dalam penelitian ini adalah pendidik, khususnya pendidik PAI di SMPN 16 Makassar. Temuan utama dari studi ini menunjukkan bahwa PAI sering kali dipandang sebagai mata pelajaran yang mengandalkan metode pengajaran tradisional, yang dianggap kurang menarik. Oleh karena itu, smartboard digunakan untuk membuat proses pembelajaran menjadi lebih dinamis dan interaktif. Namun, efektivitas penggunaan papan putih digital dalam pembelajaran sangat tergantung pada pengetahuan akademik pendidik. Selain itu, tidak semua materi pembelajaran PAI dapat disajikan secara optimal dengan menggunakan papan putih digital, sehingga pendidik harus bertindak hati-hati dan bijaksana dalam memilih materi pembelajaran yang relevan.</p> <p><strong>Kata kunci: </strong>Eksplorasi Pengalaman Pendidik, <em>Smartboard</em>, Integrasi Teknologi dalam PAI</p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1246 INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENCEGAH BULLYING DI SDIT IBNUL QAYYIM MAKASSAR 2026-06-19T15:25:31+07:00 Muh Yusuf yusum89@gmail.com Jusman jusmanjahid@gmail.com Muhammad Irsyad iratutul90@gmail.com <p><em>This research aims to: (1) describe and analyze the implementation of the internalization of Islamic Religious Education values, (2) identify bullying behavior, and (3) evaluate the results of the internalization of Islamic Religious Education values in preventing bullying behavior at SDIT Ibnul Qayyim Makassar. This field research with a qualitative approach was conducted through in-depth interviews with school principals, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, and students, as well as participant observation and documentation study. The results showed that the internalization of Islamic values was implemented systematically through Islamic Religious Education learning covering aqidah, morals, fiqh, Qur'an and hadith, and Islamic Cultural History, as well as integration of Islamic values in all subjects. The internalization process was strengthened through habituation programs including morning ceremonies, tahfizh ul Qur'an and hadith, congregational Zuhur &nbsp;prayer, extracurricular activities, the 7 Habits of Great Indonesian Children program, Guidance and Counseling Program, and SIM-based Violation Recording Program. Bullying behavior was found in a very low category, in the form of verbal teasing and mild physical contact that was incidental and could be resolved through dialogical approach. The internalization of Islamic Religious Education values has proven effective in shaping students' character who were empathetic, able to control themselves, and respect others. This study highlighted that the integration of Islamic values through formal learning, habituation, teacher exemplary, structured guidance systems, and religious culture creates a safe, harmonious educational environment and effectively prevents bullying behavior.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp;Internalization, Islamic Religious Education Values, Bullying, Character Education, Integrated Islamic School</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan dan menganalisis pelaksanaan internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam, (2) mengidentifikasi perilaku <em>bullying</em>, serta (3) mengevaluasi hasil internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dalam mencegah perilaku <em>bullying</em> di SDIT Ibnul Qayyim Makassar. Ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru PAI, wali kelas, dan siswa, serta observasi partisipan dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai Islam dilaksanakan secara sistematis melalui pembelajaran PAI yang mencakup akidah, akhlak, Fikih, Qur'an Hadis, dan Sejarah Kebudayaan Islam, serta integrasi nilai Islam dalam seluruh mata pelajaran. Proses internalisasi diperkuat melalui program pembiasaan meliputi upacara pagi, tahfizul Qur'an dan Hadis, salat &nbsp;Zuhur &nbsp;berjamaah, ekstrakurikuler, Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Program Bimbingan Konseling, dan Program Pencatatan Pelanggaran berbasis SIM. Perilaku <em>bullying</em> yang ditemukan berada pada kategori sangat rendah, berupa ejekan verbal dan fisik ringan yang bersifat insidental dan dapat diselesaikan melalui pendekatan dialogis. Internalisasi nilai-nilai PAI terbukti efektif membentuk karakter siswa yang berempati, mampu mengontrol diri, dan menghormati sesama. Studi ini menyoroti bahwa integrasi nilai-nilai Islam melalui pembelajaran formal, pembiasaan, keteladanan guru, sistem pembinaan terstruktur, dan budaya religius menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, harmonis, dan efektif mencegah perilaku <em>bullying</em>.</p> <p><em><strong>Kata Kunci: Internalisasi, Nilai-nilai PAI, Bullying, Pendidikan Karakter, Sekolah Islam Terpadu</strong></em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1247 STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENGURANGI PENGARUH NEGATIF GADGET TERHADAP PROSES BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VII MTS MUHAMMADIYAH PARUMAAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 2026-06-19T15:48:01+07:00 Nasiha nandikio@gmail.com Rusmiaty rabiio89@gmail.com Hendra Idris herimoo9@gmail.com <p><em>This research is motivated by the rapid development of digital technology, which has made gadgets an inseparable part of students’ lives, including in the field of education. Basically, gadgets can be utilized as learning tools, sources of information, and communication media that support the learning process. However, uncontrolled use of gadgets can lead to various negative effects, such as decreased learning concentration, low learning motivation, declining academic achievement, as well as dependency and changes in students’ social behavior. This phenomenon was also found among seventh-grade students at MTs Muhammadiyah Parumaan, Nusa Tenggara Timur Province, based on the researcher’s preliminary observations. This condition indicates that the use of gadgets has not been optimally utilized in a positive manner within the learning process. Therefore, the role of Islamic Religious Education teachers is very important, not only as transmitters of religious knowledge but also as educators who foster students’ moral and character development. Islamic Religious Education teachers are required to implement appropriate strategies to reduce the negative effects of gadget use and to guide students in using gadgets in accordance with Islamic values in order to support the achievement of educational goals.</em></p> <p><strong><em>Keywords</em></strong><em>: Islamic Religius Education Teacher Strategis, Gadgets, Negative Effects, Student Learning Process</em></p> <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat telah menjadikan gadget sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan peserta didik, termasuk dalam dunia pendidikan. Gadget pada dasarnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, sumber informasi, dan media komunikasi yang mendukung proses belajar. Namun, penggunaan gadget yang tidak terkontrol justru menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya konsentrasi belajar, rendahnya motivasi belajar, penurunan prestasi akademik, serta munculnya ketergantungan dan perubahan perilaku sosial peserta didik. Fenomena tersebut juga ditemukan pada peserta didik kelas VII MTs Muhammadiyah Parumaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, berdasarkan hasil observasi awal peneliti. Kondisi ini menunjukkan bahwa penggunaan gadget belum sepenuhnya dimanfaatkan secara positif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, peran guru Pendidikan Agama Islam menjadi sangat penting, tidak hanya sebagai penyampai materi keagamaan, tetapi juga sebagai pembina akhlak dan karakter peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam dituntut memiliki strategi yang tepat untuk mengurangi pengaruh negatif gadget serta mengarahkan penggunaannya agar selaras dengan nilai-nilai ajaran Islam dan mendukung tercapainya tujuan pendidikan.</p> <p><em><strong>Kata kunci:</strong>&nbsp;Strategi Guru PAI, Gadget, Pengaruh Negatif, Proses Belajar Peserta Didik.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1248 PENINGKATAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SKI MELALUI PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF DI SMP MUHAMMADIYAH 09 BERUA MAKASSAR 2026-06-19T21:32:16+07:00 Sitti Fatimah Syarif suyutihti@gmail.com Muh Fihris Khalik hendraidrisom@gmail.com Nur Rahma Asnawi nurasisa@gmail.com <p><em>Sitti Fatimah. Syarif, 22062014006, This study aims to increa students' interest in learning the subject of Islamic Cultural Histo (SKI) through the application of innovative learning strategies at SM Muhammadiyah 09 Berua Makassar. The low interest of students learning SKI subjects is caused by the dominance of convention learning methods that are centered on the teacher (teacher-centered so that the learning process tends to be monotonous and does n involve active student participation. This study uses the Classroo Action Research (CAR) approach of the Kemmis and McTagga model which is implemented in two cycles. Each cycle consists of fo stages: planning, action implementation, observation, and reflectio The subjects of the study were grade VIII students of SM Muhammadiyah 09 Berua Makassar in the even semester of th 2025/2026 academic year. Data collection techniques were carried o through direct observation using structured observation sheets, stude learning interest questionnaires with a Likert scale, semi- structure interviews with teachers and students, and documentation in the for of photos of activities and student work. Data analysis was carried o descriptively qualitatively through data reduction, data presentatio and drawing conclusions. The results of the study indicate that th application of innovative learning strategies including collaborati group discussions, the use of audio-visual media (historical videos an images of Islamic figures), project-based learning, and role-playin simulations can significantly increase students' interest in learnin The increase in interest in learning is seen from the followin indicators: (1) increased student attention during learning (from 45 to 82%); (2) increased active participation (from 38% to 79%); ( increased enthusiasm in completing assignments (from 42% to 85% and (4) increased cognitive learning outcomes (average score fro 68.5 to 84.3). In addition, the classroom atmosphere becomes mo conducive, interactive, and enjoyable, thus motivating students to b actively involved in the learning process. The significance of this stu lies in its contribution to the development of learning practices in th field of Islamic religious education, especially the subject of Islam Religious Education (ISK). Theoretically, this study enriches the stud of the effectiveness of innovative learning strategies in increasin students' interest in learning in the context of Islamic educatio Practically, the results of the study provide an alternative learnin model that can be adopted by ISK teachers to overcome the problem low student interest in learning. For schools, this research serves as basis for curriculum development and teacher training to impleme student- centered learning. More broadly, increased interest learning</em></p> <p><em>Islamic Cultural History (ISCL) impacts the internalization of Islamic historical values, fostering the development of students' religious</em></p> <p><em>character, fostering a love for the history of Islamic civilization</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata &nbsp;pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui penerapan strategi pembelajaran inovatif di SMP Muhammadiyah 09 Berua Makassar. Rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran SKI disebabkan oleh dominasi metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga proses pembelajaran cenderung monoton dan kurang melibatkan partisipasi aktif siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 09 Berua Makassar semester genap tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar observasi terstruktur, angket minat belajar siswa dengan skala Likert, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa, serta dokumentasi berupa foto kegiatan dan hasil karya siswa. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran inovatif meliputi diskusi kelompok kolaboratif, penggunaan media audio- visual (video sejarah dan gambar tokoh Islam), pembelajaran berbasis proyek (project-based learning), serta simulasi peran (role playing) mampu meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan. Peningkatan minat belajar terlihat dari indikator: (1) peningkatan perhatian siswa selama pembelajaran (dari 45% menjadi 82%); (2) peningkatan keaktifan partisipasi (dari 38% menjadi 79%); (3) peningkatan antusiasme dalam mengerjakan tugas (dari 42% menjadi 85%); dan (4) peningkatan hasil belajar kognitif (rata-rata nilai dari 68,5 menjadi 84,3). Selain itu, suasana kelas menjadi lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan sehingga memotivasi siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Signifikansi penelitian ini terletak pada kontribusinya terhadap pengembangan praktik pembelajaran di bidang pendidikan agama Islam, khususnya mata pelajaran SKI. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian tentang efektivitas strategi pembelajaran inovatif dalam meningkatkan minat belajar siswa pada konteks pendidikan Islam. Secara praktis, hasil penelitian memberikan model alternatif pembelajaran yang dapat diadopsi oleh guru SKI untuk mengatasi permasalahan rendahnya minat belajar siswa. Bagi sekolah, penelitian ini menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan kurikulum dan pelatihan guru untuk menerapkan pembelajaran yang student- centered. Secara lebih luas, peningkatan minat belajar SKI berdampak pada internalisasi nilai-nilai sejarah Islam dalam pembentukan karakter religius siswa yang mencintai sejarah peradaban Islam.</p> <p><em>Kata Kunci: Minat belajar Siswa, Strategi pembelajaran inovatif, Penelitian Tindakan Kelas (PTK).</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1249 KESESUAIAN METODE DAN MATERI DALAM MENUNTASKAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS VI SD INPRES KANTISANG KOTA MAKASSAR 2026-06-19T21:56:24+07:00 Ryaas Ade Putra risal45@gmail.com Masri muhammad.aras1505@gmail.com Sudirman sudilo78@gmail.com <p><em>in Gradei&nbsp;VI of SD INPREiS KANTISANG; (1) Islamic Reiligiouis Eiduication Mateiials in Gradei&nbsp;VI of SD INPREiS KANTISANG(2) Islamic Reiligiouis Eiduication Leiarning Meithods in Gradei&nbsp;VI of SD INPREiS KANTISANG; (3) Suiitability of Mateirials and Meithods uiseid in compleiting Islamic Reiligiouis Eiduication Leiarning in Gradei&nbsp;VI of SD INPREiS KANTISANG. This stuidy uiseis a quialitativei&nbsp;meithod with a peidagogical approach. Primary data souirceis consist of informants from Islamic reiligiouis eiduication teiacheirs, class teiacheirs and stuideints. Seicondary This stuidy aims to analyzei: (1) Islamic Reiligiouis Eiduication Mateirials data souirceis arei&nbsp;takein from variouis books, jouirnals and otheir scieintific works as a theioreitical basis. Data arei&nbsp;colleicteid uising obseirvation, inteirvieiw and concluision drawing teichniquieis. Data validity teisting uiseis trianguilation teichniquieis. Thei&nbsp;reisuilts of thei&nbsp;stuidy of Suiitability of Meithods and Mateirials in Compleiting Islamic Reiligiouis Eiduication Leiarning in Gradei&nbsp;VI of SD Inpreis Kantisang, Makassar City, show that Islamic Reiligiouis Eiduication mateirials in Gradei&nbsp;VI of SD INPREiS KANTISANG arei&nbsp;in accordancei&nbsp;with thei&nbsp;leiveil of stuideint deiveilopmeint, thei&nbsp;mateirial deiliveireid incluideis aspeicts of faith, worship, morals, Islamic history as weill as thei&nbsp;Quir'an and hadith. Thei&nbsp;leiarning meithods uiseid by teiacheirs Thei&nbsp;teiaching mateirials arei&nbsp;tailoreid to thei&nbsp;characteiristics of thei&nbsp;mateirial, thuis creiating harmony that suipports an eiffeictivei&nbsp;leiarning proceiss. Thei&nbsp;meithods uiseid incluidei&nbsp;leictuireis, inteiractivei&nbsp;activitieis, deimonstrations, discuissions, practical eixeirciseis, and thei&nbsp;uisei&nbsp;of visuial meidia. Theirei&nbsp;is a good fit beitweiein thei&nbsp;meithods and thei&nbsp;mateirials, which impacts teiacheirs' ability to compleitei&nbsp;all thei&nbsp;mateirial throuighouit thei&nbsp;school yeiar. Stuideints feieil suipporteid by thei&nbsp;varieid meithods uiseid by teiacheirs and arei&nbsp;ablei&nbsp;to follow thei&nbsp;leiarning eiffeictiveily. Thei&nbsp;implications of this reiseiarch arei&nbsp;that schools providei&nbsp;adeiquiatei&nbsp;classroom spacei, teiacheirs arei&nbsp;skilleid in uising meithods duiring leiarning, and teiacheirs freiquieintly participatei&nbsp;in training, particuilarly training for Islamic reiligiouis eiduication teiacheirs.</em></p> <p>Peineilitian ini beirtuijuian uintuik meinganalisis: (1)Mateiri Peindidikan Agama Islam yang ada dikeilas VI SD INPREiS KANTISANG; (2) Meitodei&nbsp;Peimbeilajaran Peindidikan Agama Islam di Keilas VI SD INPREiS KANTISANG; (3) Keiseisuiaian Mateiri dan Meitodei&nbsp;yang diguinakan dalam meinuintaskan Peimbeilajaran Peindidikan Agama Islam di Keilas VI SD INPREiS KANTISANG. Peineilitian ini meingguinakan meitodei&nbsp;kuialitatif deingan peindeikatan peidagogi. Suimbeir data primeir teirdiri atas informan dari, guirui&nbsp;peindidikan agama islam, guirui&nbsp;keilas dan peiseirta didik. Suimbeir data seikuindeir diambil dari beirbagai buikui, juirnal dan karya ilmiah lainnya seibagai landasan teiori. Data dikuimpuil meingguinakan teiknik obseirvasi, wawancara dan peinarikan keisimpuilan. Uiji keiabsahan data meingguinkan teiknik trianguilasi. Hasil peineilitian Keiseisuiaian Meitodei&nbsp;dan Mateiri dalam Meinuintaskan Peimbeilajaran Peindidikan Agama Islam di Keilas VI SD Inpreis Kantisang Kota Makassar, meinuinjuikkan bahwa mateiri Peindidikan Agama Islam dikeilas VI SD INPREiS KANTISANG teilah seisuiai deingan tingkat peirkeimbangan siswa, mateiri yang disampaikan meilipuiti aspeik aqidah, ibadah, akhlak, seijarah islam seirta Al-Quir’an dan hadis.meitodei&nbsp;peimbeilajaran yang diguinakan guirui&nbsp;diseisuiaikan deingan karakteiristik mateiri, seihingga meinciptakan keiseilarasan yang meinduikuing proseis beilajar yang eifeiktif. Meitodei&nbsp;yang diguinakan meincakuip ceiramah, inteiraktif, deimonstrasi, diskuisi, praktik, seirta peingguinaan meidia visuial. Teirdapat keiseisuiaian yang baik antara meitodei&nbsp;dan mateiri yang beirdampak pada keimampuian guirui&nbsp;dalam meinuintaskan seiluiruih mateiri seilama satui&nbsp;tahuin peilajaran. Siswa meirasa teirbantui&nbsp;deingan meitodei&nbsp;yang diguinakan guirui&nbsp;yang beirvariasi dan dapat meingikuiti peimbeilajaran deingan baik. Implikasi peineilitian yaitui&nbsp;seikolah meinyeidiakan ruiangan keilas yang meimadai, guirui&nbsp;teirampil dalam meingguinakan meitodei&nbsp;pada saat peimbeilajaran dan guirui&nbsp;seiring meingikuiti peilatihan-peilatihan khuisuisnya peilatihan guirui&nbsp;peindidikan agama islam.</p> <p><em><strong>Kata Kunci : </strong>Keiseisuiaian Mateiri dan Meitodei, Meinuintaskan Peimbeilajaran</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1250 IMPLEMENTASI METODE RESITASI UNTUK MENINGKATKAN BACAAN SHALAT LIMA WAKTU KELAS IV MI BUNAYYA FATHUL KHAIR KOTA MAKASSAR 2026-06-19T22:06:53+07:00 Siti Soleha sudilo78@gmail.com Muhammad Wajedi Ma'ruf waji22@gmail.com Fathul Muin Zainuddin fathulmuinzainuddin@gmail.com <p><em>This study aims to analyze: (1) How the recitation method is implemented in teaching the recitation of the five daily prayers in fourth-grade students at MI Bunayya Fathul Khair, Makassar City. (2) How teachers implement the recitation method to improve the recitation skills of fourth-grade students at MI Bunayya Fathul Khair, Makassar City. (3) What is the impact of the recitation method on improving students' understanding of the recitation of the five daily prayers in MI Bunayya Fathul Khair, Makassar City? This study examines how the recitation method is implemented in learning activities, the recitation of the five daily prayers, and its impact on the reading skills of fourth-grade students at MI Bunayya Fathul Khair, Makassar City. The recitation method is implemented through the stages of providing explanations and examples of prayer recitations by the teacher, group reading exercises in class, giving memorization assignments to be completed at home, and memorization submissions to the teacher as a form of evaluation. This study used a descriptive qualitative method with the principal, fourth-grade teachers, and fourth-grade students as subjects. Data were collected through observation, interviews, and documentation.</em></p> <p><em>The results of the study showed that the application of the recitation method significantly improved students' prayer recitation skills, as indicated by increased fluency, pronunciation accuracy, and courage in reciting prayer recitations in front of the class. Furthermore, students demonstrated increased discipline and responsibility in completing memorization assignments. Obstacles such as differences in memorization abilities and limited learning time were overcome through additional guidance from teachers, continuous repetition of the material, and collaboration with parents. Thus, the recitation method proved effective in improving the quality of prayer recitation among fourth-grade students at MI Bunayya Fathul Khair, Makassar City.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: Recitation Method, Fourth-Grade Students' Prayer Recitation, MI</em></p> <p>Penelitian bertujuan menganalisis: (1) Bagaimana implementasi metode resitasi dalam pembelajaran bacaan shalat lima waktu kelas IV MI Bunayya Fathul Khair Kota Makassar (2) Bagaimana penerapan guru dalam mengimplementasikan metode resitasi untuk meningkatkan kemampuan bacaan shalat lima waktu kelas IV MI Bunayya Fathul Khair Kota Makassar</p> <p>(3) Bagaimana dampak metode resitasi terhadap peningkatan pemahaman siswa tentang bacaan shalat lima waktu MI Bunayya Fathul Khair Kota Makassar</p> <p>Studi ini mengkaji bagaimana metode resitasi diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. bacaan shalat lima waktu, serta dampaknya terhadap kemampuan bacaan siswa kelas IV MI Bunayya Fathul Khair Kota Makassar. Metode resitasi diterapkan melalui tahapan pemberian penjelasan dan contoh bacaan shalat oleh guru, latihan membaca bersama di kelas, pemberian tugas hafalan untuk dikerjakan di rumah, serta setoran hafalan kepada guru sebagai bentuk evaluasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, guru kelas IV, dan siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode resitasi secara nyata meningkatkan kemampuan bacaan shalat siswa, yang ditandai dengan meningkatnya kelancaran, ketepatan pelafalan, dan keberanian siswa dalam membaca bacaan shalat di depan kelas. Selain itu, siswa menunjukkan peningkatan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas hafalan. Kendala berupa perbedaan kemampuan menghafal dan keterbatasan waktu pembelajaran dapat diatasi melalui bimbingan tambahan dari guru, pengulangan materi secara terus-menerus, serta kerja sama dengan orang tua. Dengan demikian, metode resitasi terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas bacaan shalat lima waktu pada siswa kelas IV MI Bunayya Fathul Khair Kota Makassar.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> <p><em><strong>Kata Kunci: Metode Resitasi, Bacaan shalat Siswa Kelas IV, MI</strong></em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1251 PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM YANG INTEGRATIF DENGAN NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DI SMAN 1 BALAURING KEC. OMESURI KAB. LEMBATA 2026-06-19T22:59:36+07:00 Suriyana Adam aliyajiii@gmail.com Andi Erni Ratna Dewi erwinh45@gmail.com Jamaluddin H jamaluddin89@gmail.com <p><sub><em>This research focuses on the development of an integrative learning model of Islamic Religious Education that incorporates multicultural values, as implemented in the school setting. The objectives of this study are threefold: (1) to describe the form of Islamic Religious Education learning model appiled at the school, (2) to identify the multucultural values that have developed within the school environment, and (3) to develop an integrative learning model of Islamic Religious Education that integrates multicultural values for use at the school.&nbsp;This study employs a qualititative approach with a descriptive research design. Data collection was carried out through three main stage: observation, in-depth interviews, and review of relevant documents. The research participants included the school principal, Islamic Religious Education teachers, and student. Once the data were collected, they were processed through severa;l stages, namely data reduction, data presentation, and finally drawing conclusion.&nbsp;The findings reveal that the learning model applied at SMAN Balauring involves methods such as group discussion, question and answer sessions, and case studies. Furthermore, the multicultural values that have taken root and flourished well within the school environment include tolerance, a sense of justice, mutual respect, and a democratic spirit. This confirms that the implementation of the Islamic Religious Education learnign model, which integrates these values, is highly relevant in deepening student’s understanding of the true meaning of diversity. Additionally, this model has proven effective in fostering and maintaning a strong spirit of tolerance throughout the school community.</em></sub></p> <p>Penelitian ini membahas mengenai pengembangan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang integratif dengan nilai-nilai multikultural, yang diterapkan di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini meliputi tiga pokok bahasan utama, yaitu: (1) Mendeskripsikan bentuk model pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah, (2) Mengidentifikasi nilai-nilai multikultural yang berkembang di Sekolah, serta (3) Mengembangkan model pembelajaran integratif Pendidikan Agama Islam dengan nilai-nilai multikultural di Sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu observasi, wawancara mendalam, serta pengkajian terhadap dokumen yang relevan. Subjek penelitian yang dipilih Kepala Sekolah, guru pamong Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Setelah data di kumpul peneliti kemudian mengolah data tersebut melalui tahapan penyederhanaan data, penyajian informasi, sampai pada penarikan kesimpulan akhir. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa di SMAN 1 Balauring masih menggunakan model pembelajaran seperti diskusi, tanya jawab, dan studi kasus, adapun nilai-nilai multikultural yang telah tertanam dan berkembang dengan baik di lingkungan Sekolah seperti, nilai toleransi, nilai keadilan, nilai demokrasi, serta semangat demokrasi. Hal ini membuktikan bahwa penerapan model pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang memadukan nilai-nilai tersebut terbukti relevan dalam memperdalam pemahaman siswa mengenai makna keberagaman, sekaligus berhasil menumbuhkan sikap toleransi yang kuat dan terpelihara di seluruh lingkungan sekolah.</p> <p><sub>Kata Kunci: Model Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Nilai-nilai Multikultural, dan Integratif</sub></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1252 DAMPAK EKSTRAKURIKULER KEAGAMAAN TERHADAP PERILAKU RELIGIUS SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH BERUA 09 MAKASSAR 2026-06-20T00:36:43+07:00 Tazkia Khairina waji22@gmail.com Aliyas alimin00@gmail.com <p><em>Tazkia Khairina, 22062014012. </em><em>This research is motivated by the importance of shaping student character and religious behavior amidst the complexities of modernization. As formal educational institutions, schools focus not only on cognitive aspects but also on affective development through religious extracurricular activities. SMP Muhammadiyah 09 Berua Makassar implements various religious programs outside of formal class hours in an effort to foster moral character (akhlak) and habituate Islamic values in students' daily lives. However, the extent to which these activities provide a tangible impact on changes in students' religious behavior in their everyday lives still requires further in-depth study</em><em>.</em></p> <p><em>This study aims to analyze the impact of implementing religious extracurricular activities on the religious behavior of students at SMP Muhammadiyah 09 Berua Makassar. The focus of this research includes the types of religious extracurricular activities conducted and the changes in religious behavior demonstrated by students after participating in these activities. This study employs a qualitative approach with field research methods, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation.</em></p> <p>Tazkia Khairina, 22062014012. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembentukan karakter dan perilaku religius siswa di tengah arus modernisasi yang kompleks. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga afektif melalui kegiatan ekstrakurikuler keagamaan. SMP Muhammadiyah 09 Berua Makassar menerapkan berbagai program keagamaan di luar jam pelajaran formal sebagai upaya untuk membina akhlak dan membiasakan nilai-nilai Islami dalam keseharian siswa. Namun, sejauh mana kegiatan tersebut memberikan dampak nyata terhadap perubahan perilaku religius siswa dalam kehidupan sehari-hari masih memerlukan kajian lebih mendalam Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelaksanaan ekstrakurikuler keagamaan terhadap perilaku religius siswa di SMP Muhammadiyah 09 Berua Makassar. Fokus penelitian ini meliputi bentuk-bentuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan yang dilaksanakan, serta perubahan perilaku religius yang ditunjukkan oleh siswa setelah mengikuti kegiatan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (Field Research) melalui teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci:</p> <p><em>Ekstrakurikuler Keagamaan, Perilaku Religius, SMP Muhammadiyah 09 Berua</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1253 STRATEGI GURU DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN SISWA MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI KELAS IV UPT SPF SD INPRES LAE-LAE 2 2026-06-20T00:58:03+07:00 Wahyu qadribuga91@gmail.com Muhammad Alqadri Burga goraa45@gmail.com Sumarni sumanikio8@gmail.com <p><em>This research seeks to (1) ascertain teachers' methodologies for cultivating students' disciplined character via Islamic Religious Education in grade IV at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2, and (2) identify the facilitating and obstructive factors influencing these methodologies. The research conducted is qualitative, employing data gathering methods such as observation, interviews, and documentation, with data analysis performed by qualitative descriptive analysis from January 5 to January 12, 2026. The research findings suggest that the model for cultivating students' disciplined character through Islamic Religious Education in grade IV at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2 can be summarised as follows: The educator's approach of cultivating students' disciplinary character through Islamic Religious Education in Grade IV at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2 has been effectively executed. The researcher identified that the instructor employs various tactics to cultivate pupils' disciplined character, including role modelling, habituation, punishments, and the implementation of regulations. Factors that support and hinder the teacher's method in cultivating students' disciplined character through Islamic Religious Education in Grade IV at UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2. The researcher identified various contributing variables in cultivating kids' disciplinary character, including principal oversight, teacher engagement with students, teacher collaboration, community support, and student awareness. Concurrently, impediments encompass the pupils' familial background, a deficiency of interest or awareness among the students, and the external environment..</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui metodologi guru dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui Pendidikan Agama Islam kelas IV di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2, dan (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang memfasilitasi dan menghambat metodologi tersebut. Penelitian ini bersifat kualitatif, menggunakan metode pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif dari tanggal 5 Januari hingga 12 Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model penumbuhan karakter disiplin siswa melalui Pendidikan Agama Islam kelas IV di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2 dapat disimpulkan sebagai berikut: Pendekatan pendidik dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui Pendidikan Agama Islam kelas IV di UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2 telah dilaksanakan secara efektif. Peneliti mengidentifikasi bahwa pengajar menggunakan berbagai taktik untuk menumbuhkan karakter disiplin siswa, termasuk teladan, pembiasaan, hukuman, dan penerapan peraturan. Faktor-faktor yang mendukung dan menghambat metode guru dalam menumbuhkan karakter disiplin siswa melalui Pendidikan Agama Islam di Kelas IV UPT SPF SD Inpres Lae-Lae 2. Peneliti mengidentifikasi berbagai variabel yang berkontribusi dalam menumbuhkan karakter disiplin anak, termasuk pengawasan kepala sekolah, keterlibatan guru dengan siswa, kolaborasi guru, dukungan masyarakat, dan kesadaran siswa. Sementara itu, hambatan meliputi latar belakang keluarga siswa, kurangnya minat atau kesadaran di kalangan siswa, dan lingkungan eksternal.</p> <p><em><strong>Kata Kunci: </strong>karakter displin, strategi guru, pendidikan agama islam</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1255 IMPLEMENTASI PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR AKIDAH AKHLAK PESERTA DIDIK KELAS XLL MA NURUL AKBAR PONGKA KABUPATEN BONE 2026-06-20T01:30:16+07:00 Nadila Nurfitrih Sarah nandikio@gmail.com Saparuddin saparuddin780@gmail.com Alwis alimin00@gmail.com <p><em>This study aims to describe (1) the process of implementing problem-based learning by teachers in Aqidah Akhlak learning, (2) the role of teachers in implementing problem-based learning to improve Aqidah Akhlak learning outcomes, and (3) the impact of Aqidah Akhlak learning outcomes on students after the implementation of problem-based learning. This study used field research with a descriptive qualitative approach. Primary data sources consisted of informants from subject teachers and several students at MA Nurul Akbar Pongka. Secondary data sources were drawn from various books, journals, and other works as a theoretical basis. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using analytical techniques developed by Miles and Huberman: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested using triangulation techniques. The results indicate that the implementation of PBL is conducted by presenting contextual problems relevant to daily life, where students act as active subjects through group discussions and presentations. Teachers play a strategic role as facilitators, mentors, and motivators who design learning scenarios and encourage a deeper understanding of the material. The application of this model is proven to have a significant positive impact on learning outcomes, covering cognitive, affective, and psychomotor aspects. This is evident from the increase in active engagement, critical thinking skills, and attitudinal changes that reflect the internalization of Akidah Akhlak values in daily behavior.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) proses implementasi problem based learning oleh guru pada pembelajaran Akidah Akhlak, (2) mendeskripsikan peran guru dalam mengimplementasikan problem based learning dalam meningkatkan hasil belajar Akidah Akhlak, (3) mendeskripsikan dampak hasil belajar Akidah Akhlak pada peserta didik setelah diterapkannya problem based learning. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data primer terdiri atas informan dari guru mata pelajaran dan beberapa peserta didik di MA Nurul Akbar Pongka. Sumber data sekunder diambil dari berbagai buku, jurnal dan karya lainnya sebagai landasan teori. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PBL dilakukan dengan menyajikan masalah kontekstual yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, di mana peserta didik berperan sebagai subjek aktif melalui diskusi dan presentasi kelompok. Pendidik berperan strategis sebagai fasilitator, pembimbing, dan motivator yang merancang skenario pembelajaran serta mendorong kedalaman pemahaman materi. Penerapan model ini terbukti memberikan dampak positif secara signifikan terhadap hasil belajar yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hal tersebut terlihat dari peningkatan keterlibatan aktif, kemampuan berpikir kritis, serta perubahan sikap yang mencerminkan internalisasi nilai-nilai Akidah Akhlak dalam perilaku sehari-hari.</p> <p><em><strong>Kata Kunci: </strong>Problem Based Learning, Akidah Akhlak, Hasil Belajar, Peserta Didik. </em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1257 EFEKTIVIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PAI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IX DI MTS MUHAMMADIYAH BAAR NUSA TENGGARA TIMUR 2026-06-22T19:40:18+07:00 Mutiara Manjal septimii6@gmail.com Iskandar Fellang anzara45@gmail.com <p><em>The use of effective PAI&nbsp; learning media can improve students'&nbsp; learning outcomes by clarifying material presentation, increasing interest and learning motivation, and helping students understand Islamic&nbsp; religious&nbsp; concepts&nbsp; more&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; easily. However, it is important to pay attention to the selection criteria when choosing which learning media can be applied more quickly and suitably in teaching situations, as well as the ability to combine media harmoniously and</em></p> <p><em>appropriately,&nbsp; since&nbsp; each&nbsp; learning&nbsp; medium&nbsp; has&nbsp; its strengths and weaknesses. In presenting Islamic Religious Education materials, various types of learning media can be used, which naturally share similarities by employing varied media in PAI teaching. Three learning media can be applied variably and alternately within a single lesson, while other media can be used in subsequent meetings. The use of learning media by teachers in Islamic Religious Education subjects can be classified into visual media, audio media, and audiovisual media. In addition, the use of PAI learning media also enhances students' motivation, active participation, and deeper conceptual understanding. The sub-problems addressed are: 1) How is the description of PAI learning media usage at MTs Muhammadiyah Baar, East Nusa Tenggara? 2) What are the learning outcomes of Class IX students in PAI at MTs Muhammadiyah Baar, East Nusa Tenggara? 3) How effective is the use of PAI learning media in improving the learning outcomes of Class IX students at MTs Muhammadiyah Baar? Based on these findings, it can be concluded that the effectiveness of multimedia-based PAI learning media is proven to enhance students' learning outcomes. Therefore, teachers are recommended to integrate various innovative learning media in the teaching process to create a more engaging, interactive, and meaningful learning atmosphere.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: Effectiveness, Use of Learning Media</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) terhadap hasil belajar siswa. Kelas IX Di MTs Muhammadiyah Baar Latar belakang penelitian ini didasarkan pada rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran PAI. Penggunaan media pemeblajaran PAI yang efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa karena dapat memperjelas penyajian materi, meningkatakan minat dan motivasi belajar, serta membantu siswa dalam memahami konsep-konsep agama islam dengan lebih muda. Namun yang penting untuk diperhatikan dalam media pembelajaran pendidikan agama Islam adalah ketetapan dalam memilih,</p> <p>menentukan mana diantara sekian media pembelajaran itu dapat lebih cepat dan cocok untuk diterapkan dalam situasi pengajaran serta kemampuan untuk mengkombinasikan media-media yang telah diterapkan secara harmonis dan serasi, sebab masing masing media pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan.</p> <p>Menyajikan bahan pembelajaran pendidikan agama Islam, maka dapat digunakan berbagai macam media pembelajaran yang tentu ada persamaan persamaannya dengan menggunakan media yang bervariasi dalam pengajaran pendidikan agama Islam tersebut, 3 tiga} media pembelajaran diterapkan secara bervariasi dan berselingan di dalam suatu pelajaran. Sedang media lainnya boleh pada pertemuan berikutnya. Pada penggunaan media pembelajaran yang digunakan oleh guru pada mata pelajaran pendidikan agama Islam dapat diklasifikasikan diantaranya media Visual, media Audio, media Audiovisual.</p> <p>Selain itu, penggunaan media pembelajaran PAI juga meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep siswa secara lebih mendalam.Adapun beberapa sub masalah yaitu: 1) Bagaimana Gambaran Penggunaan Media Pembelajaran PAI di MTs Muhammadiyah Baar Nusa Tenggara Timur? 2) Bagaimana Hasil Belajar siswa kelas IX dalam PAI di MTs Muhammadiyah Baar Nusa Tenggara Timur ? 3) Bagaimana Efektivitas Penggunaan Media Pembelajaran PAI Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa kelas IX di MTs Muhammadiyah Baar? Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa Efektivitas penggunaan media pembelajaran PAI berbasis multimedia efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, guru disarankan untuk mengintegrasikan berbagai media pembelajaran inovatif dalam proses pembelajaran guna menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em>Kata Kunci :Efektivitas,Penggunaan Media Pembelajaran</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1258 KONTRIBUSI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS AKHLAK SISWA KELAS V DI SDN INPRES LANRAKI 1 MAKASSAR 2026-06-22T19:56:02+07:00 Fitri Wahdini goraa45@gmail.com Nur Rahma Asnawi rabiio89@gmail.com <p><em>The purpose of this study is to assess the morality of SDN Inpres Lanraki 1's Class V pupils. to ascertain how much PAI has improved the morale of SDN Inpres Lanraki 1's class V students. Data for this qualitative study was gathered through documentation, interviews, and observation. Descriptive qualitative data analysis was used, which entails characterizing, evaluating, and drawing inferences from all fields of data. The study's findings show that while Islamic Religious Education Learning, which instructors implement to boost PAI learning efficacy, has been operating successfully, it has not yet reached its full potential. According to the field's findings, a large number of pupils at SD Inper Lanraki 1 Makassar still have low morals, as seen by the way they act toward their instructors and friends. Students must learn and get acclimated to the construction of good morals, and this habit requires role models that they may look up to. Islamic religious education classes and extracurricular Islamic activities are available. For example, both boys and girls must attend religious studies. This aims to instill moral values ​​in pupils and improve their understanding and interpretation of Islam in general, giving their religious knowledge greater significance.</em></p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Keywords:</strong>&nbsp;<em>Contribution, Islamic Religious Education, Learning, Student Morals</em></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SD Inpres Lanraki 1 Kelas V, menilai moralitas siswa SD Inpres Lanraki 1 Kelas V, dan mengetahui seberapa besar PAI telah meningkatkan moralitas siswa SD Inpres Lanraki 1 Kelas V. Data untuk penelitian kualitatif ini dikumpulkan melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Analisis data kualitatif deskriptif digunakan, yang meliputi karakterisasi, evaluasi, dan penarikan kesimpulan dari semua data lapangan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, yang diterapkan oleh instruktur untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI, telah berjalan dengan sukses, namun belum mencapai potensi penuhnya. Menurut temuan lapangan, sejumlah besar siswa di SD Inpres Lanraki 1 Makassar masih memiliki moral yang rendah, seperti yang terlihat dari cara mereka bertindak terhadap instruktur dan teman-teman mereka. Siswa harus belajar dan membiasakan diri dengan pembentukan moral yang baik, dan kebiasaan ini membutuhkan panutan yang dapat mereka contoh. Kelas pendidikan agama Islam dan kegiatan ekstrakurikuler Islam tersedia. Misalnya, baik siswa laki-laki maupun perempuan wajib mengikuti studi agama. Hal ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral pada siswa dan meningkatkan pemahaman serta interpretasi mereka tentang Islam secara umum, sehingga pengetahuan agama mereka menjadi lebih bermakna.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em><strong>Kata Kunci:</strong>&nbsp;Akhlak siswa, Kontribusi, Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1259 MODEL PEMBINAAN AKHLAK SANTRI DI PONDOK PESANTREN DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH GOMBARA MAKASSAR 2026-06-22T20:09:25+07:00 Muftihatul Muflihah nellymail01@gmail.com Badruddin Kaddas harasomom89@gmail.com <p><em>The purpose of this study is to explain the Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar Islamic Boarding School's moral growth model, students' morality, and the elements that affect moral development. This study employs a qualitative descriptive methodology, gathering data through documentation, interviews, and observation. While secondary data is gathered from Islamic boarding school records, literature, and prior study, primary data sources include the deputy director of the Islamic boarding school, Aqidah Akhlak instructors, dormitory supervisors, and students. According to the study's findings, the Darul Arqam Islamic Boarding School uses a number of strategies to help students develop morally. These include modeling excellent behavior, forming a habit of worship and regular activities, rryadhah, supervision and discipline, advice and guidance, development based on the social and cultural environment, and a leadership model through student organizations. Additionally, the Islamic boarding school uses rewards and penalties as teaching tools to help students develop controlled conduct. The pupils' respect for their professors, their disciplined worship, their simplicity, their camaraderie, and their ethical learning methods all demonstrate their typically high moral standards. The dynamics of student social interactions, parental collaboration, a religious boarding school setting, and harmony among the dorm supervisors are all factors that impact moral growth. Peer pressure and recurring infractions are the main obstacles found. It is anticipated that this study would help create a model for moral growth in Islamic boarding schools and serve as a guide for Islamic educational establishments looking to enhance students' character.</em></p> <p><strong>Keywords: </strong><em>Moral Development, Development Model, Student, Darul Arqam Muhammadryah Gombara Islamic Boarding School</em></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan model pembinaan akhlak santri, bentuk akhlak santri, dan factor-faktor yang mempengaruhi pembinaan akhlak di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Makassar. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif, mengumpulkan data melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi. Sumber data primer meliputi wakil direktur pesantren, guru aqidah akhlak, Pembina asrama, serta santri, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen pesantren, literatur, dan penelitian terdahulu. Menurut temuan penelitian, Pondok Pesantren Darul Arqam menggunakan sejumlah strategi untuk membantu siswa mengembangkan moralitas mereka. Model pembinaan akhlak santri di Pesantren Darul Arqam dilakukan melalui berbagai pendekatan, yaitu model keteladanan, pembiasaan ibadah, dan kegiatan rutin, riyadhah, pengawasan dan kedisiplinan, nasehat dan bimbingan berbasis lingkungan social, dan kultural, serta model kepemimpinan melalui organisasi santri. Selain itu, pesantren juga menerapkan ganjaran dan hukuman sebagai sarana edukatif dalam membentuk perilaku disiplin.. Rasa hormat siswa kepada guru, ibadah yang tertib, kesederhanaan, kebersamaan, dan etika dalam menuntut ilmu semuanya menunjukkan standar akhlak mereka yang tinggi. Dinamika interaksi sosial santri, kolaborasi orang tua, lingkungan pesantren yang religius, dan keselarasan di antara pembina asrama merupakan faktor-faktor yang memengaruhi pembinaan akhlak. Tekanan teman sebaya dan pelanggaran berulang adalah hambatan utama yang ditemukan. Diharapkan studi ini dapat membantu menciptakan model pembinaan akhlak di pesantren Islam dan berfungsi sebagai panduan bagi lembaga pendidikan Islam yang ingin meningkatkan karakter siswa.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Pembinaan Akhlak, Model Pembinaan, Santri, Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1260 PEMBIASAAN TADARRUS AL-QUR'AN DALAM MEMBENTUK PERILAKU RELIGIUS SISWA DI MI AS-SUMAYRIYYAH KOTA MAKASSAR 2026-06-22T20:19:29+07:00 Putri Aulia lukmin77@gmail.com Fatmawati goraa45@gmail.com <p><em>This study aims to describe implementation of Quranic recitation (Tadarrus) program in shaping students' religious behavior at MI As-Sumayriyyah, Makassar City. This study employed a descriptive qualitative approach with field research. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation, involving principal, teachers, and sixth-grade students. Data analysis employed Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was tested using source and technique triangulation. The results indicate Quranic recitation (Tadarrus) program is routinely implemented every morning before classes begin, with direct guidance from teachers. This activity contributes positively to the development of students' religious behavior, such as increased discipline, composure, politeness, responsibility, social awareness, and the habit of reading the Quran independently. Supporting factors include the Madrasah's policy and commitment, the active role and exemplary behavior of teachers, the availability of facilities, and student enthusiasm. Inhibiting factors include differences in Quranic reading ability, limited time, and psychological factors such as shyness and low self-confidence</em></p> <p>Pelaksanaan pembiasaan tadarrus Al-Qur'an dalam membangun perilaku religius siswa di MI As-Sumayriyyah Kota Makassar menjadi fokus dalam penelitian ini. Metode yang diadopsi berupa penelitian lapangan (<em>field research</em>) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian dihimpun melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan dilibatkannya kepala madrasah, guru, maupun siswa kelas VI sebagai informan. Pengolahan data dilaksanakan dengan digunakannya model Miles dan Huberman melalui proses reduksi data, penyusunan data, serta penarikan simpulan, sedangkan keabsahan data diuji memakai triangulasi sumber maupun triangulasi teknik. Temuan ini mengungkapkan bahwasanya kegiatan pembiasaan tadarrus Al-Qur'an diterapkan setiap pagi sebelum dimulainya kegiatan belajar dengan pendampingan guru secara langsung. Kegiatan ini berkontribusi pada pembentukan perilaku religius siswa, seperti meningkatnya kedisiplinan, ketenangan, kesopanan, tanggung jawab, kepedulian sosial serta kebiasaan membaca Al-Qur'an dengan mandiri. Faktor pendukung meliputi kebijakan dan komitmen Madrasah, peran aktif dan keteladanan guru, ketersediaan sarana, dan antusiasme siswa. Faktor pengha mbat mencakup perbedaan kemampuan membaca Al-Qur'an, keterbatasan waktu pelaksanaan, serta faktor psikologis siswa seperti rasa malu dan kurang percaya diri.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong></p> <p><em>Pembiasaan, tadarrus Al-Qur'an, perilaku religius, pendidikan Islam, siswa Madrasah Ibtidaiyah</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1265 IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER TOLERANSI BERAGAMA DI SD MUHAMMADIYAH IDI TELLO BARU MAKASSAR 2026-06-23T05:54:27+07:00 Farhana sudilo78@gmail.com Hasmirati badrud11@gmail.com <p><em>This study aims to analyze the implementation of religious tolerance character education at SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar using a descriptive qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that the forms of tolerance character education are implemented through respecting differences, building friendships regardless of religious background, helping one another, collaborating in the learning process, and celebrating religious holidays inclusively without coercion. The implementation of tolerance character education is carried out harmoniously, as reflected in students’ daily interactions, collaborative learning activities in the classroom, participation in extracurricular activities, and mutual support in religious activities, which are strengthened by teachers’ role modeling. The inhibiting factors of tolerance character education include a less inclusive school environment, a lack of teacher role models, a weak culture of tolerance, as well as bullying and discrimination. In addition, obstacles in the learning process include the lack of integration of tolerance values into the curriculum, cognitively oriented learning approaches, less participatory learning methods, and limited character evaluation</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan karakter toleransi beragama di SD Muhammadiyah IDI Tello Baru Makassar dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. bentuk pendidikan karakter toleransi diterapkan melalui: a) sikap menghargai perbedaan yang ditanamkan melalui peran sekolah dan keluarga secara Bersama dengan pembiasaan, kedisiplinan, persahabatan dan saling menghormati tanpa membedakan agama. b) perayaan hari besar keagamaan merupakan tradisi setiap agama dalam memperingati ajaran tertentu. Dalam konteks Pendidikan karakter, perayaan ini tidak hanya dipahami sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai bentuk relasi sosial antarumat beragama. 2. Implementasi Pendidikan karakter toleransi di lingkungan sekolah: a) pergaulan siswa sehari hari, menjalin hubungan harmonis. b) kerja sama siswa dalam belajar. c) keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler yaitu pramuka, olahraga, seni tanpa diskriminasi. d) sikap saat kegiatan keagamaan, saling menghargai, saling mendukung, tidak mengganggu atau mengejek, setiap agama mengajarkan kebaikan dan toleransi. e) peran sekolah, guru sebagai contoh tauladan, adil, memberi nasihat, melakukan kegiatan dan mendukung sikap yang inklusif dan toleransi.</p> <p><em><strong>Kata Kunci</strong>: Implementasi, Pendidikan karakter, toleransi beragama.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1266 EFEKTIVITAS PENGGUNAAN FLASHCARD SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL TERHADAP HAFALAN HURUF HIJAIYAH PADA ANAK TK ISLAM TERPADU AN-NUR TAKALAR 2026-06-23T06:20:47+07:00 Rahmatia Rahmat rahmati87@gmail.com Machmud Suyuti sudilo78@gmail.com <p><em>This study aims to determine the:1 how do children memorize the hijaiyyah letters at an-nur takalar integrated islamic kindergarten?2. How is Flashcard Visual Media Used in Learning Hijaiyyah Letters at An-Nur Takalar Integrated Islamic Kindergarten 3. What are the Supporting and Inhibiting Factors for Using Flashcard Visual Media to Improve the Ability to Memorize Hijaiyyah Letters in An-Nur Takalar Integrated Islamic Kindergarten? effectiveness of using flashcards in improving memorization of the Hijaiyah letters in children at An-Nur Takalar Integrated Islamic Kindergarten. This study used field research with a descriptive qualitative approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that the use of flashcards was effective in helping children recognize, memorize, and pronounce the Hijaiyah letters well. Flashcards increased learning interest, focus, and active participation due to their attractive and easy-to-understand appearance. Supporting factors for the use of this media were teacher creativity and school and parental support, while inhibiting factors included limited learning time and a lack of variety in teaching methods. Based on the results, it can be concluded that flashcards are effective as a visual learning medium for improving memorization of the Hijaiyah letters in early childhood.</em></p> <p><em>Keywords: Flashcards, Visual Media, Hijaiyyah Letters, Early Childhood</em></p> <p><em>Tujuan Penelitian Ini Untuk (1) Mengetahui Hafalan Huruf Hijaiyyah Anak TK Islam Terpadu An-Nur Takalar? (2) Menganalisis Penggunaan Media Visual Flashcard Dalam Pembelajaran Huruf Hijaiyyah Di TK Islam Terpadu An-Nur Takalar (3) Mengungkap Faktor Faktor Pendukung Dan Penghambat Penggunaan Media Visual Flashcard Untuk Meningkatkan Kemampuan Menghafal Huruf Hijaiyyah Di TK Islam Terpadu An-Nur Takalar Efektivitas&nbsp;penggunaan&nbsp;media&nbsp;flashcard&nbsp;dalam&nbsp;meningkatkan&nbsp;hafalan&nbsp;huruf&nbsp;hijaiyah&nbsp;pada&nbsp;anak&nbsp;di&nbsp;TK&nbsp;Islam Terpadu An-Nur Takalar. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1267 PENGUATAN RELIGIUSITAS PESERTA DIDIK MELALUI PEMBIASAAN SALAT FARDU BERJAMAAH DENGAN METODE KARTU KONTROL DI MADRASAH IBTIDAIYAH YAA BUNAYYA FATHUL KHAIR MAKASSAR 2026-06-23T06:35:07+07:00 Annisa Nuratika akra13@gmail.com Mubarak Bakry muammarmuh@gmail.com <p><em>This study aims to: (1) determine the efforts to strengthen students' religiosity through the habit of performing obligatory prayers in class V of MI Yaa Bunayya Fathul Khair, and (2) determine the benefits of providing prayer control cards in improving the implementation of obligatory prayers in class V of MI Yaa Bunayya Fathul Khair. This study uses qualitative research, namely describing and understanding phenomena, events, attitudes, beliefs, perceptions, and thoughts of people individually and in groups. This study was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Yaa Bunayya Fathul Khair located at Jl. H. Kalla II No. 37, Panaikang Village, Panakkukang District, Makassar City, South Sulawesi, Indonesia. The results of the study indicate that strengthening students' religiosity is carried out through teacher role models, habituation of performing obligatory prayers and filling out control cards, and providing continuous advice. These efforts are able to shape students' religious attitudes which are characterized by increased discipline, sense of responsibility, and better behavior. Furthermore, the use of prayer control cards provides benefits in accustoming students to consistently performing obligatory prayers, fostering honesty and responsibility, and assisting teachers in monitoring and evaluating student worship. Thus, the prayer control card method can be used as an effective alternative to support the strengthening of student religiosity at MI Yaa Bunayya Fathul Khair Makassar.</em></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui upaya penguatan religiusitas peserta didik melalui pembiasaan salat fardu berjamaah pada kelas V MI Yaa Bunayya Fathul Khair, dan (2) mengetahui manfaat pemberian kartu kontrol salat dalam meningkatkan pelaksanaan salat fardu berjamaah peserta didik kelas V MI Yaa Bunayya Fathul Khair. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yaitu mendeskripsikan dan untuk memahami fenomena, peristiwa, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Ibtidaiyah Yaa Bunayya Fathul Khair yang berlokasi di Jl. H. Kalla II No. 37, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan religiusitas peserta didik dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan pelaksanaan salat fardu dan pengisian kartu kontrol, serta pemberian nasihat secara terus-menerus. Upaya tersebut mampu membentuk sikap religius peserta didik yang ditandai dengan meningkatnya kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan perilaku yang lebih baik. Selain itu, penggunaan kartu kontrol salat memberikan manfaat dalam membiasakan peserta didik melaksanakan salat fardu secara konsisten, melatih kejujuran dan tanggung jawab, serta membantu guru dalam memantau dan mengevaluasi pelaksanaan ibadah peserta didik. Dengan demikian, metode kartu kontrol salat dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif yang efektif dalam mendukung penguatan religiusitas peserta didik di MI Yaa Bunayya Fathul Khair Makassar.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em><strong>Kata kunci:</strong>&nbsp;kartu kontrol salat, pembiasaan salat fardu berjamaah, religiusitas</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1270 INTEGRASI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMK NEGERI 3 LUWU 2026-06-23T06:57:36+07:00 Kirani Lutfiah karyopoiki@gmail.com Sumarni syakirogi@gmail.com <p><em>In the digital era, integrating information and communication technology (ICT) into Islamic Religious Education (PAI) has become essential to improving the caliber of the educational process and its results. This study aims to investigate the use of ICT in PAI instruction at SMK Negeri 3 Luwu, its impact on students' comprehension, and the challenges faced during its implementation. The descriptive qualitative approach used in this study includes data collection techniques including observation, interviews, and documentation.&nbsp;The findings demonstrate how ICT, including cellphones, digital Qur'an apps, PowerPoint, and LCD projectors, has been used as an auxiliary learning tool. These tools facilitate students' access to learning materials and assist teachers in delivering content in a more dynamic and interesting manner. Increased comprehension, motivation, active engagement, and learner independence are among the benefits of ICT integration in Islamic Religious Education.&nbsp;However, due to a number of challenges, including inadequate infrastructure and facilities and uneven student access to internet quotas, its adoption has not yet reached its full potential. Therefore, for the integration of ICT in Islamic Religious Education learning to function as effectively and sustainably as possible, greater facilities and administrative support are required</em></p> <p>Di era digital, integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ke dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi sangat penting untuk meningkatkan standar pengajaran dan hasilnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana TIK digunakan dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 3 Luwu, bagaimana pengaruhnya terhadap pemahaman siswa, dan tantangan apa yang ditimbulkannya. Penelitian ini menggabungkan teknik pengumpulan data termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan metodologi kualitatif deskriptif. Temuan studi ini menunjukkan bagaimana telepon seluler, aplikasi Al-Quran digital, PowerPoint, dan LCD telah digunakan sebagai alat bantu pembelajaran untuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penggunaan ini mempermudah akses siswa ke materi pembelajaran dan membantu guru menyajikan konten dengan cara yang lebih dinamis dan menarik. Peningkatan pemahaman, motivasi, keterlibatan aktif, dan kemandirian belajar siswa dalam Pendidikan Agama Islam (ISA) adalah manfaat dari integrasi TIK. Namun, implementasinya Teknologi Informasi dan Komunikasi belum berjalan optimal karena adanya beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, belum meratanya ketersediaan kuota peserta didik. Oleh karena itu diperlukan dukumgan fasilitas dan pengelolaan yang lebih baik agar interagsi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.</p> <p><strong>Kata Kunci: </strong></p> <p><em>Teknologi Informasi dan Komunikasi, Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Digital</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1273 IMPLEMENTASI METODE KISAH PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SDIT AL-KAUTSAR MAKASSAR 2026-06-24T06:48:10+07:00 Fachrurrozy Natsir dinipus@gmail.com Hasbi Lambe dewi55@gmail.com <p><em>The purpose of this study is to describe the implementation of the storytelling method in Islamic Studies (PAI) and to analyze its supporting and inhibiting factors at SDIT Al-Kautsar in Makassar. This study employs a qualitative approach using a case study model. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through the stages of data collection, reduction, presentation, and drawing conclusions, while data validity was tested using the criteria of reliability, transferability, dependability, and certainty. The results of the study indicate that: 1) The implementation of the storytelling method is carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. In the preparation stage, teachers prepared teaching modules or lesson plans, selected stories appropriate to the subject matter and student characteristics, and prepared delivery media and techniques such as intonation, expression, and classroom management. In the implementation stage, teachers conveyed the stories communicatively through apersepsi, question-and-answer sessions, storytelling, role-playing, and retelling. Meanwhile, the evaluation stage is conducted through oral assessments, written tests, role-playing, and simple worksheets. 2) The implementation of the storytelling method is supported by the teacher’s storytelling ability, the use of learning media, the selection of appropriate stories, active student engagement, and a conducive learning environment. The obstacles encountered include time constraints, an unconducive classroom environment, limited teacher skills, limited media resources, and a lack of focus among some students. Overall, the storytelling method has a positive impact on students’ learning motivation, attention, memory, understanding of the material, and the instillation of moral values.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><em>Keywords: The Storytelling Method, Islamic Religious Education, Elementary School.</em></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi metode kisah pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta menganalisis faktor pendukung dan penghambatnya di SDIT Al-Kautsar Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahap pengumpulan data, reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui kriteria kepercayaan, keteralihan, kebergantungan, dan kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Implementasi metode kisah dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, guru menyiapkan modul ajar atau RPP, memilih cerita yang sesuai dengan materi dan karakteristik siswa, serta menyiapkan media dan teknik penyampaian seperti intonasi, ekspresi, dan pengelolaan kelas. Pada tahap pelaksanaan, guru menyampaikan kisah secara komunikatif melalui apersepsi, tanya jawab, <em>storytelling</em>, bermain peran, dan <em>retelling</em>. Sementara itu, tahap evaluasi dilakukan melalui evaluasi lisan, tes tertulis, bermain peran, dan lembar kerja sederhana. 2) Implementasi metode kisah didukung oleh kemampuan guru bercerita, penggunaan media pembelajaran, pemilihan cerita yang tepat, keterlibatan aktif siswa, dan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu, kondisi kelas yang kurang kondusif, keterampilan guru yang masih terbatas, keterbatasan media, dan rendahnya fokus sebagian siswa. Secara keseluruhan, metode kisah memberikan dampak positif terhadap motivasi belajar, perhatian, daya ingat, pemahaman materi, dan penanaman nilai moral peserta didik.</p> <p>&nbsp;</p> <p><em><strong>Kata kunci:</strong>&nbsp;metode kisah, pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Sekolah Dasar.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 https://e-journal.faiuim.ac.id/index.php/ninestar-education/article/view/1274 MANAJEMEN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DI SDIT DARUSALAM KECAMATAN BRINGKANAYA KOTA MAKASSAR 2026-06-24T07:10:33+07:00 Eksanthi Hardin erwinh45@gmail.com Muammar Mukhtar muammarmuh@gmail.com <p><em>The purpose of this study was to determine the management of Islamic Religious Education (PAI) teaching, student learning outcomes, and the contribution of PAI learning management to improving third-grade students' learning outcomes at SDIT Daruslam Makassar, Bringkanaya District, Makassar City. The importance of efficient learning management in improving the quality of PAI learning from students' cognitive, affective, and psychomotor perspectives is the main driver of this study. Observation, interviews, and documentation are the methods used to obtain data in this qualitative research strategy. The principal, Islamic Religious Education instructors, and third-grade students at SDIT Darusalam Makassar served as the data sources for this study. Data reduction and conclusion drawing were used as data analysis approaches, and triangulation of sources, methods, and time was used to assess data validity. The research findings indicate that Islamic Religious Education (PAI) learning management has been successfully used throughout the planning, implementation, and assessment phases. Teachers create learning resources including lesson plans and syllabi, implement various teaching strategies, and use teaching materials that are appropriate to the characteristics of their students. In addition, learning assessments are carried out periodically to track the progress of students' learning outcomes in terms of understanding content, memory, and Islamic attitudes and behavior in daily life.</em></p> <p><strong><em>Keywords:</em></strong><em>&nbsp;Islamic Religious Education, Learning Management</em></p> <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), hasil belajar siswa, dan kontribusi pengelolaan pembelajaran PAI terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas tiga di SDIT Daruslam Makassar, Kecamatan Bringkanaya, Kota Makassar. Pentingnya pengelolaan pembelajaran yang efisien dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI dari perspektif kognitif, afektif, dan psikomotor siswa merupakan pendorong utama penelitian ini. Observasi, wawancara, dan dokumentasi adalah metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam strategi penelitian kualitatif ini. Kepala sekolah, instruktur Pendidikan Agama Islam, dan siswa kelas tiga di SDIT Darusalam Makassar menjadi sumber data penelitian ini. Reduksi data dan penarikan kesimpulan digunakan sebagai pendekatan analisis data, dan triangulasi sumber, metode, dan waktu digunakan untuk menilai validitas data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) telah berhasil digunakan di seluruh fase perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Guru membuat sumber belajar termasuk rencana pelajaran dan silabus, menerapkan berbagai strategi pengajaran, dan menggunakan bahan ajar yang sesuai dengan karakteristik siswa mereka. Selain itu, penilaian pembelajaran dilakukan secara berkala untuk melacak kemajuan hasil belajar siswa dalam hal pemahaman isi, daya ingat, dan sikap serta perilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p><em><strong>Kata kunci: </strong>Manajemen Pembelajaran, PAI, Hasil Belajar.</em></p> 2026-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026