PENERAPAN METODE EKSPERIMEN DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS IV MIS SITI HARFAN LEUWUTUNG KABUPATEN LEMBATA
Abstract
This study aims to determine how the application of the experimental method can improve students' science learning achievement in Grade IV of MIS Siti Harfan Leuwutung, Lembata Regency. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings show that the experimental method significantly increased students' motivation, active participation, and conceptual understanding. Most students scored above average (80–100), with 78.8% achieving scores above the minimum competency standard, and a class average of 83.6. Supporting factors include the availability of simple experimental materials, a conducive learning environment, and positive student responses. Obstacles include limited laboratory facilities, time constraints, and the need for more thorough preparation. The study concludes that the experimental method is effective in improving science learning achievement by providing meaningful direct learning experiences and fostering critical thinking skills.
Keywords: experiment method, science learning achievement, Islamic elementary school, qualitative study.
Rendahnya kesadaran sebagian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran IPA secara aktif menjadi tantangan dalam peningkatan prestasi belajar di sekolah dasar. Oleh karena itu, diperlukan metode yang dapat melibatkan peserta didik secara langsung dalam proses belajar melalui pendekatan yang terarah dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui penerapan metode eksperimen dalam pembelajaran IPA kelas IV MIS Siti Harfan Leuwutung; dan (2) mengetahui manfaat penggunaan metode eksperimen dalam meningkatkan prestasi belajar IPA peserta didik kelas IV MIS Siti Harfan Leuwutung, Kabupaten Lembata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode eksperimen mampu meningkatkan motivasi, partisipasi aktif, dan pemahaman konsep peserta didik. Sebagian besar siswa memperoleh nilai di atas rata-rata (80–100) dengan tingkat ketuntasan 78,8% dan nilai rata-rata kelas 83,6. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan sederhana, suasana belajar kondusif, dan respons positif siswa. Adapun kendalanya meliputi keterbatasan fasilitas laboratorium, keterbatasan waktu, dan perlunya persiapan yang lebih matang. Disimpulkan bahwa metode eksperimen efektif dalam meningkatkan prestasi belajar IPA karena memberikan pengalaman belajar langsung yang bermakna dan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis
Kata Kunci: Metode Eksperimen, Prestasi Belajar IPA, Madrasah Ibtidaiyah, Studi Kasus






