PENGGUNAAN METODE KOOPERATIF LEARNING TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS V MIS NAHDLATUL ULUM KABUPATEN MAROS
Abstract
The sub-optimal academic performance in primary school mathematics often stems from the persistent stigma that the subject is inherently difficult. This issue is frequently compounded by teacher-centered instruction, which minimizes pedagogical variety, leaving students passive and dismotivated. This study aimed to delineate the implementation of the Student Teams Achievement Divisions (STAD) model, identify its impact on student motivation and learning outcomes, and measure the extent of academic improvement. Utilizing a Classroom Action Research (CAR) design with a quantitative approach, data were gathered through direct observation, motivation questionnaires, learning outcome tests, and interviews. The collected data were then analyzed using class averages and classical mastery percentages. The findings demonstrated that the STAD cooperative learning model significantly enhanced both student motivation and academic performance. Observational data revealed that learning motivation surged from 55.67% in Cycle I to 87.49% in Cycle II, achieving an "Excellent" rating. This growth was further corroborated by the motivation questionnaires, which escalated from 81.43% to 94.41%. Concurrently, academic achievement showed substantial progress, indicated by a rise in the mean post-test score from 70.55 to 90.45, alongside an increase in classical mastery from 59.09% to 95.45%. Consequently, it can be concluded that the STAD model serves as an effective strategy to optimize learning motivation and mathematics outcomes for fifth-grade students at MIS Nahdlatul Ulum, Maros Regency, by fostering an active, collaborative, and student-centered learning environment
Rendahnya hasil belajar Matematika pada peserta didik sekolah dasar sering kali dipengaruhi oleh stigma bahwa mata pelajaran tersebut sulit dipahami. Selain itu, penerapan pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher-centered) menyebabkan proses pembelajaran kurang variatif sehingga peserta didik cenderung pasif dan memiliki motivasi belajar yang rendah. Penelitianimplementasi STAD, mengidentifikasi motivasi dan hasil belajar, serta mengukur derajat peningkatan akademisnya.Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, angket motivasi belajar, tes hasil belajar,dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan rerata kelas serta persentase ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik secara signifikan. Hasil observasi menunjukkan bahwa motivasi belajar meningkat dari 55,67% pada Siklus I menjadi 87,49% pada Siklus II dengan kategori sangat baik. Peningkatan tersebut didukung oleh hasil angket motivasi yang meningkat dari 81,43% menjadi 94,41%. Selain itu, hasil belajar juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata post-test dari 70,55 menjadi 90,45, serta persentase ketuntasan klasikal dari 59,09% menjadi 95,45%. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar Matematika peserta didik kelas V MIS Nahdlatul Ulum Kabupaten Maros melalui pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan berpusat pada peserta didik.






