NUSYŪZ DALAM AL-QUR’AN Studi Tafsir Al-Munir Karya Prof. Dr. Wahbah Al-Zuhaili

  • S Muh Ma’mur Assagaf Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • Muammar Mukhtar Universitas Islam Makassar, Indonesia

Abstract

Marriage is defined as a physical and psychological union between two individuals of different genders, aimed at building a household, achieving peace, and developing human potential. One potential disruption to this harmony is nusyūz, or disobedience. This study investigates the concept of nusyūz as interpreted by Prof. Dr. Wahbah al-Zuḥailī in Tafsir al-Munīr, focusing on QS. an-Nisāʾ verses 34 and 128. Using a qualitative methodology, the research finds that verse 34 establishes the husband's leadership as a religious trust requiring fair provision of support, protection, and guidance, while the wife's nusyūz is defined as proven defiance of legitimate sharīʿah duties. Verse 128, on the other hand, addresses the husband's nusyūz in the form of neglect or injustice, for which the solution is reconciliation (iṣlāḥ) through consultation and mutual concession to maintain household harmony.

Kata Kunci: Nusyūz, Al-Quran, Tafsir Al-Munir

Pernikahan adalah keterikatan fisik serta psikis antara dua insan berlainan jenis. Tujuannya membangun rumah tangga, meraih ketenteraman, dan mengembangkan potensi manusia. Salah satu masalah yang dapat timbul adalah nusyūz, yaitu pembangkangan atau ketidakpatuhan. Tujuan penelitian ini berfokus pada penggalian dan analisis gagasan Prof. Dr. Wahbah al-Zuḥailī tentang nusyūz dalam Al-Qur'an, tepatnya pada surat al-Nisāʾ ayat 34 dan ayat 128. Metode yang dipakai adalah pendekatan kualitatif berlandaskan perspektif tafsir Al-Munīr. Hasil penelitian adalah menurut penafsiran Prof. Dr. Wahbah al-Zuḥailī dalam Tafsir al-Munīr, QS. An-Nisāʾ ayat 34 menegaskan kepemimpinan suami sebagai amanah syariat yang menuntut tanggung jawab nafkah, perlindungan, dan bimbingan keluarga dengan adil, sementara nusyūz istri dipahami sebagai pembangkangan terhadap kewajiban syar‘i yang sah dan harus dibuktikan. QS. An-Nisāʾ ayat 128 menyoroti nusyūz suami berupa pengabaian atau ketidakadilan, dengan solusi iṣlāḥ melalui musyawarah dan kompromi demi menjaga keharmonisan rumah tangga.

Kata Kunci: Nusyūz, Al-Quran, Tafsir Al-Munir

Published

2026-07-06

Issue

Section

Articles