ANALISIS EFEKTIVITAS BEDAH BUKU SEBAGAI METODE PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR
Abstract
Amid the demands of 21st century learning, critical thinking skills are among the essential competencies that student must possess, however developing these skills remains a challenge in the higher education learning process. Given the situation, this study was designed to examine the extent to which book analysis is effective as a learning strategy for horning students’ critical thinking skills at the Faculty of Islamic Studies, Islamic University of Makassar. Using a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques, the study involved eleven student respondents and two speakers. The result indicate that book sissection plays a considerable role in advancing students’ critical thinking, evident from their growing capacity to separate opinion from theory-grounded argument, recognize bias, and built well-structured analyses. However, implementation is challenged by low reading culture, limited access to books, and the absence of structured follow-up evaluations. Supporting factors include provocative-persuasive delivery by speakers, the relevance of themes to student realities, the active role of moderators, and open interactive discussions. The study recommends integrating book dissection as a regular component of formal learning to cultivate critical intellectual habits
Di tengah tuntutan pembelajran abad ke-21, kemampuan berpikir kritis menjadi salah satu kompetensi esesnsial yang harus dimiliki mahasiswa, namun pengembangannya masih menjadi tantangan dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini disusun guna mengkaji seajuh mana penerapan bedah buku efektif sebagai strategi pembelajaran untuk mengasah keterampilan berpikir kritis mahasiswa di Fakultas Agama Islam, Universitas Islam Makassar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif serta teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Riset ini menghadirkan sebelas mahasiswa selaku responden bersama dua orang pemateri. Hasil kajian mengungkapkan bahwa penerapan bedah buku turut andil besar dalam mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang tampak dari kesanggupan mereka memisahkan opini dengan argumen yang berdasarkan pada teori, mengenali adanya bias, dan menyusun analisis secara runtut. Meskipun demikian, penerapannya menghadapi tantangan seperti rendahnya budaya membaca, keterbatasan akses terhadap buku, dan tidak adanya evaluasi tindak lanjut yang terstruktur. Faktor pendukung keberhasilan metode ini meliputi penyampaian materi yang provokatif-persuasif, relevansi tema, peran aktif moderator, dan interaksi diskusi yang terbuka. Penelitian ini merekomendasikan integrasi bedah buku sebagai komponen regular dalam pembelajaran formal untuk membangun tradisi intelektual kritis mahasiswa.
Kata Kunci:
Bedah buku, berpikir kritis, metode pembelajaran, dan mahasiswa






