IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM PENGUATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ERA KURIKULUM MERDEKA: STUDI KUALITATIF DI SMP IT YAA BUNAYYA FATHUL KHAIR MAKASSAR
Abstract
The implementation of the Merdeka Curriculum has shifted the orientation of learning from teacher-centered instruction toward student-centered learning that accommodates learner diversity. One instructional approach promoted within this curriculum is differentiated learning, which enables teachers to adjust learning based on students’ readiness, interests, and learning profiles. Although differentiated learning has become an important topic in educational research, empirical studies focusing on its implementation in Islamic Religious Education remain limited. This study aims to analyze the planning, implementation, supporting factors, inhibiting factors, and educational implications of differentiated learning in Islamic Religious Education. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and document analysis involving school leaders, Islamic Religious Education teachers, and students. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that differentiated learning was implemented systematically beginning with diagnostic assessment, followed by curriculum planning through Learning Outcomes, Learning Objectives, Learning Objective Flow, and teaching modules adapted to students’ characteristics. Teachers implemented differentiation through content, process, and product while integrating Islamic values into classroom activities. The implementation positively influenced students’ learning engagement, conceptual understanding, collaborative skills, and religious character. School leadership, teacher commitment, and supportive learning environments became key enabling factors, whereas heterogeneous student abilities, limited instructional time, and teachers’ readiness remained major challenges. This study contributes to the development of differentiated learning theory by demonstrating that differentiation in Islamic Religious Education extends beyond academic adaptation toward strengthening students’ religious character. These findings provide practical recommendations for teachers and educational institutions implementing the Merdeka Curriculum.
Keywords: differentiated learning; Merdeka Curriculum; Islamic Religious Education; qualitative research; religious character.
Implementasi Kurikulum Merdeka membawa perubahan paradigma pembelajaran dari berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Salah satu pendekatan yang menjadi karakteristik utama kurikulum ini adalah pembelajaran berdiferensiasi yang memberikan kesempatan kepada guru untuk menyesuaikan proses pembelajaran berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Meskipun pembelajaran berdiferensiasi telah banyak dikaji pada berbagai mata pelajaran, penelitian yang secara khusus mengkaji implementasinya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan, implementasi, faktor pendukung, faktor penghambat, serta implikasi penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Yaa Bunayya Fathul Khair Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, serta peserta didik. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi diawali melalui asesmen diagnostik untuk memetakan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar peserta didik. Guru kemudian menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, serta modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Diferensiasi diterapkan pada aspek konten, proses, dan produk pembelajaran dengan mengintegrasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam. Implementasi tersebut berdampak positif terhadap peningkatan partisipasi belajar, pemahaman konsep, kemampuan kolaboratif, serta penguatan karakter religius peserta didik. Faktor pendukung implementasi meliputi kepemimpinan sekolah, komitmen guru, dan lingkungan belajar yang kondusif, sedangkan faktor penghambat meliputi heterogenitas kemampuan peserta didik, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kesiapan guru dalam mengembangkan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bahwa pembelajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan Agama Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menjadi strategi penguatan karakter religius peserta didik dalam implementasi Kurikulum Merdeka.
Kata Kunci: Pembelajaran Berdiferensiasi; Kurikulum Merdeka; Pendidikan Agama Islam; Karakter Religious






