Resepsi Al-Qur’an Dalam Pembelajaran Al-Qur’an (Studi Perbandingan Pembelajaran Al-Qur’an Online Dan Offline Di Rumah Qur’an Ahlusy Syuhada Makassar)

  • Masyail Mahrusah Mahrusah Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • Maskur Yusuf Universitas Islam Makassar, Indonesia
  • M. Nasir Universitas Islam Makassar, Indonesia

Abstract

Abstract:

The practice of learning the Qur'an itself in the Indonesian archipelago has undergone significant developments in accordance with the changes and needs of the times. According to Abu Bakar Aceh, at the beginning of the arrival of Islam in Indonesia, Qur'an learning was still very rare. When Islam began to develop, Qur'an learning experienced rapid progress along with the emergence of musholla or mosques to madrasah and Islamic boarding schools that have become places of Qur'an learning from that time until today. To determine how the practice of online and offline Qur'an learning at RQ Ahlusy Syuhada, Makassar. To determine how the reception of the Qur'an in both learning practices compares. The research method used is qualitative. The results of this study indicate that the Qur'an learning method at Rumah Qur'an Ahlusy Syuhada uses a learning-by-play approach, such as talaqqi, educational games, singing, and role-playing, which is applied both in face-to-face and online learning. Face-to-face learning has proven more effective in forming a deep reception of the Qur'an due to direct guidance, regular coaching, and a supportive environment. Meanwhile, online learning remains a relevant alternative, especially for students with geographical limitations. Although its success depends heavily on the teacher's discipline, personal motivation, and creativity in utilizing learning media such as animated videos and storytelling.

Abstrak:

Perjalanan praktik belajar Al-Qur’an pada Nusantara sudah menempuh evolusi yang cukup signifikan, seiring dengan dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat yang terus berubah. Abu Bakar Aceh menjelaskan bahwa di masa pertama penyebaran Islam dalam rana Indonesia, kegiatan upaya mempelajari Al-Qur’an masih dinilai amat terbatas dan belum tersebar luas. Namun, seiring berkembangnya Islam di tanah air, aktivitas pembelajaran Al-Qur’an mulai menunjukkan kemajuan yang pesat, ditandai dengan tumbuhnya berbagai sarana keagamaan seperti musholla dan masjid, hingga akhirnya muncul lembaga pendidikan formal seperti Madrasah serta pesantren terus menjadi tempat sentral bagi proses belajar Al-Qur’an sampai sekarang. Penelitian tersebut berfokus untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana praktik kegiatan proses belajar Al-Qur'an dilaksanakan secara daring   ataupun luring  di Rumah Qur’an Ahlusy Syuhada yang berlokasi di Makassar. Di samping itu, penelitian ini juga ditujukan guna melakukan perbandingan bagaimana rupa resepsi terhadap Al-Qur’an dari masing-masing metode pembelajaran yang diterapkan. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif guna memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran yang diterapkan oleh Rumah Qur’an Ahlusy Syuhada menekankan metode belajar sambil bermain. Berbagai strategi seperti metode talaqqi, permainan edukatif, lagu bernuansa keagamaan, serta role play (bermain peran) digunakan dalam proses belajar, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun secara online. Dari hasil temuan, pembelajaran secara langsung atau tatap muka dinilai lebih optimal dalam membentuk resepsi yang kuat mengenai Al-Qur’an. Kondisi tersebut disebabkan oleh terjadinya interaksi langsung melalu guru beserta murid,, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, serta terciptanya suasana lingkungan belajar yang mendukung. Di sisi lain, pembelajaran secara daring tetap menjadi opsi yang dapat diandalkan, khususnya bagi peserta didik yang menghadapi hambatan geografis. Meski demikian, keberhasilan pembelajaran online sangat ditentukan oleh tingkat kedisiplinan, motivasi internal santri, serta inovasi guru dalam memanfaatkan media pembelajaran seperti video animasi dan teknik bercerita (storytelling).

Kata Kunci:

Al-Qur’an, Belajar, Offline, Online.

Published

2025-12-02

Issue

Section

Articles