Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar
Abstract
Abstract: This study aims to describe, (1) Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Teachers, (2) Strategies of Madrasah Heads in Improving Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar Teachers, (3) Supporting and inhibiting factors of Madrasah Heads in Improving Professionalism of Madrasah Aliyah Negeri 3 Teachers. Makassar. The research method used is descriptive qualitative about the strategy of the head of Madrasah in Improving Teacher Professionalism at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. The data source is the Head of Madrasah to obtain data on the Strategy of the Head of Madrasa in Teacher Professionalism. Also get data from the Deputy Head of Madrasah and from several teachers. Data collection is used by means of observation, interviews, and documentation. The results showed that 85% of the teachers at Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar were professionals whose indicators were. First, experts in the field of knowledge being taught and able to transfer concepts regarding the knowledge being taught. Second, have a sense of fellowship (professional ethics), third, have autonomy and a sense of responsibility. Apart from that, also mastering and implementing four competencies; namely pedagogic, personality, professional and social competencies. The principal's strategy in improving teacher professionalism is first, requiring all teachers to make learning tools. second, conduct an evaluation, third, for teachers who do not follow the policies that have been set by the madrasa head given sanctions. Namely, delayed disbursement of side dishes, certification and even delayed promotion. The supporting factor for teacher professionalism is conducting training in turns according to the field of study of each teacher and no less important is conducting comparative studies in several provinces on the island of Java. The inhibiting factor for teacher professionalism is the presence of some teachers who have not fully followed the existing policies and have not fully understood and applied the four teacher competencies as mentioned above.
Keywords: strategy, madrasa principal, professional, teacher.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan, (1) Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar, (2) Strategi Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar, (3) Faktor pendukung dan penghambat Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesinalisme Guru Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif tentang Strategi kepala Madrasah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar. Sumber data adalah Kepala Madrasah untuk memperoleh data tentang Strategi Kepala Madrasah dalam Profesionalisme Guru. Juga mendapatkan data dari Wakil Kepala Madrasah dan dari beberapa guru. Pengumpulan data digunakan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% guru-guru di Madrasah Aliyah Negeri 3 Makassar adalah profesional yang indikatornya. Pertama, ahli dalam bidang pengetahuan yang diajarkan dan mampu mentransfer konsep mengenai pengetahuan yang diajarkan. Kedua, memiliki rasa kesejawatan (etika profesi), ketiga, memiliki otonomi dan rasa tanggung jawab. Selain dari pada itu, juga menguasai dan mengimplementasikan empat kompetensi; yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial. Strategi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah pertama, mewajibkan semua guru untuk membuat perangkat pembelajaran. kedua, melakukan evaluasi, ketiga, bagi guru-guru yang tidak mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh kepala madrasah diberikan sanksi. Yaitu, ditunda pencairan lauk pauknya, sertifikasinya dan bahkan tertunda kenaikan pangkatnya. Faktor pendukung terhadap profesionalisme guru adalah melakukan pelatihan secara bergiliran sesuai dengan bidang studi masing-masing guru dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan studi banding di beberapa provinsi di pulau jawa. Faktor penghambat terhadap profesionalisme guru adalah adanya sebagian guru yang belum mengikuti sepenuhnya kebijakan yang ada dan belum sepenuhnya memahami dan mengaplikasikan empat kompetensi guru sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Kata kunci: starategi, kepala madrasah, profesional, guru




