Upaya Guru Tahfidz Menanggulangi Problematika Menghafal Al-Qur’an Peserta Didik Mata Pelajaran Tahfidz XB SMK Pesantren Tanwirus Sunnah
Résumé
Abstract:
This study examines the problem of memorizing the Qur'an of students in class XB of SMK Pesantren Tanwirus Sunnah and the solutions provided by tahfidz teachers. This research is a qualitative field research. The primary data sources are 21 students. The data collected by observation, interview, and documentation. After formatting the data for easy reading, the data was evaluated and conclusions were drawn. This study found that students in class XB tahfidz at SMK Pesantren Tanwirus sunnah have difficulty memorizing the Qur'an due to lack of tajweed knowledge, different memorization abilities, and laziness. Tahfidz teachers motivate students, set memorization targets and punishments, implement murojaah programs, teach tajweed, provide uniform mushaf, and implement Arabic conversation programs every day. As for the lack of motivation to able memorize the Qur'an of students, the allocation of time needed in able memorizing the Qur'an, making extracurricular activities and inviting students to participate in tahfidz competencies are not included in the tahfidz teacher's efforts and problems at SMK Pesantren Tanwirus Sunnah..
Keywords: Problems, Efforts, Tahfidz’s Teacher
Abstrak:
Penelitian ini meneliti masalah hafalan Al-Qur'an siswa kelas XB SMK Pesantren Tanwirus Sunnah dan solusi yang diberikan oleh guru tahfidz. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Sumber data primer adalah 21 siswa. Data dikumpulkan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah memformat data agar mudah dibaca, data tersebut dievaluasi dan ditarik kesimpulan. Penelitian ini menemukan bahwa siswa di kelas XB tahfidz di SMK Pesantren Tanwirus sunnah kesulitan menghafal Al-Qur'an karena kurangnya pengetahuan tajwid, kemampuan menghafal yang berbeda, dan kemalasan. Guru tahfidz memotivasi siswa, menetapkan target hafalan dan hukuman, menerapkan program murojaah, mengajarkan ilmu tajwid, menyediakan mushaf yang seragam, dan menerapkan program percakapan bahasa Arab setiap hari. Adapun kurangnya motivasi menghafal ayat-ayat Al-Qur’an bagi peserta didik, alokasi waktu yang dibutuhkan dalam menghafal Al-Qur’an, membuat kegiatan ekstrakulikuler dan mengajak peserta didik mengikuti kompetensi tahfidz tidak termasuk upaya guru tahfidz dan problematika di SMK Pesantren Tanwirus Sunnah.
Kata Kunci:
Problematika, Upaya, Guru Tahfidz